Perpres Hambat Pencairan Biaya Makan dan Minum, Puluhan Siswa SMA 1 Dikeluarkan dari Asrama

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Puluhan siswa SMA Negeri 1 Padangpanjang dipulangkan. Pasalnya, adanya perubahan peraturan perundang undangan yang dibuat Presiden (Perpres) RI tentang penggunaan barang dan jasa pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padangpanjang, sehingga realisasi penggunaan anggaran mengalami penundaan.

Advertisements

Didalam surat edaran Perpres yang sudah empat kali direvisi tersebut, beberapa program disdik yang telah direncanakan mengalami stagnan, sehingga harus dilakukan verifikasi ulang setiap program dan harus disesuaikan dengan prinsip dan aturan kerjanya.

Terkait pulangnya siswa X dan XI yang ditempatkan di asrama SMA 1 Padangpanjang, terkendala anggaran makan dan minum yang dipeuntukan pada siswa asrama hingga saat ini masih menunggu hasil dari kontrak baru sesuai yang di pagukan.

“Keluarnya Perpres, tentunya kita harus kembali melakukan kajian ulang dan dapat menggunakan anggaran yang telah dipagukan itu sesuai prinsip kerja,” ujar Kepala Disdik Padangpanjang Desmon kepada wartawan diruangan kerjanya Senin (16/2) kemarin.

Penggunaan anggaran yang telah di pagukan pada APBD sejumlah 1,07 miliyar, pungkas Desmon, untuk memenuhi kebutuhan asrama terkait kelengkapan makan dan minum bagi siswa asraman yang belum bisa direalisasikan itu, setelah disepakati oleh pihak sekolah dan walimurit yang terlibat untuk menanggulangi kebutuhan siswa di asrama.

“Namun, dari hasil kesepakantan itu menyimpulkan, bahwa siswa yang di asramakan itu sepakat untuk pulang ke rumah masing masing, akan tetapi jika wali murit bersedian untuk menanggulani biaya kebutuhan maka siswa tetap di asrama untuk mejalani pendidikan,” terangnya.

Terkait edaran Perpres, pihaknya juga sudah mensosialisasikan kepada wali murid.

“Sedangkan untuk siswa kelas XII masih tetap di asrama, hal itu disebabkan siswa tingkat XII akan menjalani persipan UN,” sebut Desmon seraya sebanyak 58 siswa pulang kerumah masing masing. Untuk pemebahasan tender proyek, pihak Disdik juga telah melakukan pembahasan lebih lanjut.

“Kita akan membuat kontrak baru untuk pengadaan. Jika kontrak selesai maka siswa asram akan dipanggil kembali untuk masuk asrama,” jelasnya.

Desmon menyampaikan, kepada masyarakat untuk dapat memahami kondisi tersebut. kondisi itu jangan menghasilkan sebuah opini tidak sehat terhadap instansi terkait.

“Kita terus berupaya, untuk segera merealisasikan program Disdik, kita tidak inginkan perkembangan dunia pendidikan di padangpanjang dalam kondisi stagnasi,” jawabnya.

Sementara salah seorang wali murid Upik (40) ketika ditemui terpisah menyebutkan kondisi tersebut membuat dirinya kuatir dengan keluarnya siswa dari asrama. Dimana kondisi itu akan menyebabkan penurunan konsentrasi belajar anak.

” Kita tidak inginkan, kondisi tersebut terjadi dalam waktu lama. Dimana pengaruh lingkungan di luar sekolah akan merubah pola pikir anak, sehingga anak tidak lagi mau masuk asrama,” jelasnya berharap pemko Padangpanjang serius dalam menangani persoalan ini.(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*