Persija Mengalami kerugian Jika Jadi Tim Musafir

Pelatih Persija"RD".

Pelatih Persija”RD”.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Pelatih Persija Jakarta, berpendapat timnya akan sangat mengalami kerugian jika tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menggelar laga kandang pada musim Indonesia Super League (ISL) 2015.

Macan Kemayoran terancam tak bisa menggunakan Stadion SUGBK, setidaknya dalam sembilan partai. Pasalnya, Persija “kecolongan” karena stadion tersebut sudah terlebih dulu disewa oleh pihak ketiga pada tanggal yang sama.

Sembilan laga kandang yang besar kemungkinan tidak bisa dimainkan di SUGBK yakni saat menjamu Persib Bandung (11/4/2015), Arema Cronus (9/5/2015), Mitra Kukar (12/3/2015), Pusamania Borneo FC (15/3/2015), Sriwijaya FC (8/4/2015), Barito Putra (3/5/2015), Persiram Raja Ampat (22/8/2015), Bali United Pusam (27/8/2015), dan Perseru Serui (19/9/2015).

“Saya pikir ada banyak hal yang hilang di sana. Dari segi finansial, dukungan suporter, dan pola permainan kita saat bermain di kandang. Biasanya, kami hafal iklim bermain di kandang tetapi tiba-tiba harus beradaptasi lagi,” kata RD.

RD bukan pertama kali merasakan timnya harus berpindah-pindah saat menggelar partai kandang. Pelatih asal Lampung tersebut pernah mengalami hal serupa saat membesut Macan Kemayoran pada 2010-2011.

“Seperti momen saya pada 2011. Kami nomaden. Beberapa kali bermain di Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Sebetulnya, itu tidak menguntungkan,” tutur RD.

Meski begitu, RD menjelaskan, masalah ini tidak menggangu fokus Bambang Pamungkas dan kawan-kawan dalam persiapan mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

“Sama sekali tidak terganggu. Saya beruntung memiliki pemain-pemain yang fokus terhadap tim. Saya pikir ini tugas saya untuk mengatasi kendala yang akan mungkin terjadi kedepan.” Tuturnya.
(ferril dennys/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas