Pertama di Indonesia, Pojok Statistik di Padangpanjang Diresmikan

Padangpanjang, TODAY—Pertama di Indonesia, Pojok Statistik Perpustakaan Daerah Padangpanjang yang menjadi pilot project Badan Pusat Statistik (BPS) RI dalam ketersediaan informasi publik berbasis data digital dan analog, diresmikan langsung Kepala BPS RI, Dr Suhariyanto bersama Walikota Padangpanjang Fadly Amran dan Wakil Ketua DPRD Padangpanjang Imbral, Rabu (26/5).

Suhariyanto mengungkapkan ketersediaan Pojok Statistik di Kota Padangpanjang ini memiliki asas manfaat yang komprehesif. Terutama dalam pembuataan perencanaan dari segala sektor, dikatakannya harus beberasis avidace (bukti) kongkrit sebagai akurasi tolak ukur capaian.

“Hanya dengan ketersediaan data, kita bisa mengidentifikasi berbagai masalah pada semua sektor yang ingin ditenggarai. Kalau diibaratkan, statistik merupakan pisau yang dapat memudahkan setiap orang untuk mengupas lebih dalam berbagai berbagai hal di semua bidang,” ucap Suhariyanto.

Pada kesempatan itu, Suhariyanto juga mengharapkan keberadaan Pojok Statistik di Perpusda Padangpanjang ini bisa membangkitkan literasi statistik untuk masyarakat kota berjuluk Serambi Mekkah itu. kuncinya, BPS kota setempat harus bisa menterjemahkan angka statistik tersebut dalam bahasa yang membumi untuk lebih mudah dipahami.

“BPS harus menyajikan terjemahan angka statistik dengan menyajikan kesimpulan identifikasi masalah, sehingga bisa disesuaikan dengan kebijakan. Keberadaan Pojok Statistik ini sangat penting untuk mendorong kebijakan berbasis bukti dan publikasi ilmiah dengan open access data BPS,” sebut Suhariyanto.

Disaat yang sama Suhariyanto, juga mengapresiasi kinerja Walikota Padangpanjang yang sangat terbuka dalam menjalin kerja sama dengan semua pihak. Terkhusus dengan BPS Sumbar dan Padangpanjang, sangat sesuai dengan visi misi walikota  untuk mewujudkan Kejayaan Padangpanjang yang Bermarwah dan Bermartabat.

“Kolaborasi dan kerja sama yang sangat baik ini, telah dibuktikan Wali Kota Fadly Amran. Hal ini tentunya menjadi kunci kemajuan sebuah daerah. Kehadiran Pojok Statistik ini, menjadi bukti nyata dari kinerja walikota muda ini menjadikan Padangpanjang pilot project untuk Pojok Statistik. Padangpanjang sebagai daerah pertama di Indonesia yang mampu menghadirkan Pojok Statistik di tengah-tengah masyarakat. Kita juga berharap daerah lain juga mampu mencontoh ke Padangpanjang,” puji Suhariyanto.

Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran Dt Paduko Malano menilai dengan adanya Pojok Statistik, BPS diharapkan dapat melayani informasi data yang lengkap dan up to date, serta memberi manfaat dan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan data. Dikatakan Fadly, Kebutuhan data dewasa ini semakin penting, baik untuk keperluan penelitian maupun untuk validitas informasi di masyarakat.

“Untuk itu kita berharap kehadiran Pojok Statistik ini dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan data yang akurat dan terukur. Kepada jajaran pemerintah di linkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang, kami tegaskan untuk memberikan data dan informasi yang dibutuhkan agar didapatkan gambaran potensi wilayah untuk dijadikan bahan analisis dan kebijakan,” ungkap Wako Fadly.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Padangpanjang, Imbral mengaku sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemko Padangpanjang dengan menjalin sinergi bersama BPS untuk penguatan literasi masyarakat atas ketersediaan data tercetak dan digital melalui kehadiran Pojok Statistik di Perustakaan Daerah tersebut.

Imbral yang juga Ketua DPD NasDem Padangpanjang itu, juga menilai ketersediaan data secara komprehensif pada fasilitas Pojok Statistik ini tidak hanya berimplementasi terhadap peningkatan kuantitas literasi masyarakat, namun juga dari segi kualitas analisis.  

“Literasi yang dilahirkan dengan dukungan data yang lengkap dan akurat, tentu akan menjadikannya sebagai referensi yang tepat. Karena itu ini sangat kita apresiasi, karena tidak hanya pertama di Indonesia, Pojok Statistik yang dimiliki Padangpanjang ini memiliki data lengkap mencakup kondisi terkini terkait provinsi dan nasional. Perpustakaan Daerah Padangpanjang akan menjadi pusat tujuan statistik oleh masyarakat Sumbar,” sebut Imbral.

Terkait dengan kualitas sajian data BPS, Imbral menilai sudah kredibel dan representative, dengan melakukan continuous improvement di sisi penyajian data dan informasi, akses lebih mudah, dan quality assurance. Di sisi up to date data dan method, BPS akan selalu menghadapi tantangan jaman karena datanya akan selalu dibandingkan dengan data big data dan realtime data.

“Kita berharap, terpenting kehadiran Pojok Statistik ini mendorong kebijakan berbasis bukti dan publikasi ilmiah dengan open access data. Satu lagi harapan kita, BPS juga perlu adanya data dan dokumentasi untuk mencatat dan menampilkan paper ilmiah berdasarkan data BPS sehingga ada stock of knowledge data yang dapat ditampilkan,” pungkas Imbral.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kota Padangpanjang, Arius Jonnaidi menjelaskan Pojok Statistik tersebut merupakan gudang data yang tidak hanya menjangkau berbagai sektor potensi Padangpanjang, namun juga mencakup provinsi dan nasional.

“Seluruh masyarakat  dapat mengakses data lengkap secara bebas untuk berbagai sektor pertanian, ekonomi, kesehatan dan usaha mikro melalui petugas di perpustakaan. Kita berharap fasilitas ini bisa dipergunakan dengan baik, agar masyarakat bisa mendapatkan data secara mudah dan cepat,” sebut Arius. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*