Pertama di Indonesia, Satpol Bakal Bentuk Satuan Pelajar Penegak Perda

Fitrial Bachri Ketua Komisi A DPRD Kota Payakumbuh.

Fitrial Bachri Ketua Komisi A DPRD Kota Payakumbuh.

Kasatpol PP Payakumbuh, Fauzi Firdaus

Kasatpol PP Payakumbuh, Fauzi Firdaus

Payakumbuh, PADANGTODAY.comMenyikapi sering tertangkapnya pelajar di Kota Payakumbuh, dengan berbagai kasus. Satpol PP akan membentuk satuan pelajar penegak peraturan daerah (Perda), dan ketertiban, ketentraman umum (Tibum).

Hal tersebut ditegaskan Kasat Pol PP Kota Payakumbuh Fauzi Firdaus di ruang kerjanya, Rabu (11/2), pembentukan satuan pelajar penegak perda  itu, di tahun 2015 ini direncanakan 2 orang masing-masing sekolah tingkat SLTP dan SLTA, baik negeri maupun swasta.
 
Selama ini, pelajar tertangkap diduga melanggar Perda Nomor 04 tahun 2007, tentang pekat dan maksiat, Perda Nomor 05 tahun 2007 tentang ketertiban dan ketentraman umum dan Perda No. 15 tahun 2011 tentang kawasan tanpa rokok (KTR).
 
Kegiatan ini, sama dengan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yang ada di Polres Kota Payakumbuh. Namun, untuk tahun ini, kita baru bisa memberdayakan pihak sekolah. Karena, pelajar tak pernah jera diciduk Satpol PP. Pembinaan dan pelatihannya akan dilaksanakan di markas Satpol PP satu kalai dalam satu minggu.
 
Nama kesatuan penegak perda pelajar ini, akan kita bahas nantinya secara bersama-sama dengan pihak sekolah dan pihak-pihak terkait. Saat ini, kita sedang membuat perencanaannya, dan baru akan kita ajukan kepada Walikota dan Sekda.
 
“Mudahan-mudahan rencana baru Satpol PP Kota Payakumbuh untuk membuat satuan pelajar penegak perda ini diterima oleh semua pihak. Kehadiran satuan pelajar penegak perda bertujuan perpanjangan tangan Satpol PP, “jelas Fauzi.
 
Terpisah, ketua komisi A DPRD Kota Payakumbuh, H. Fitrial Bachri, via telepon genggamnya, Rabu (11/2), mengatakan, terobosan yang akan dilaksanakan kedepannya oleh Satpol PP, sangat kita dukung.
 
Kita harapkan kepada Satpol PP, kapan perlu, kegiatan ini dilakukan dengan cepat. Lebih cepat lebih baik. Sebab, jika ini dibiarkan berlama-lama, jelas pelajar kita tidak jera, yang rugi dan malu kita juga sebagai warga Kota Payakumbuh.
 
“Terhadap anggarannya, kami merekomendasi Satpol PP, agar anggarannya ditambah lagi dalam perubahan. Dalam menegakan Perda tersebut, seharusnya memang melibatkan semua yang terkait, seperti satuan pelajar penegak perda. Barangkali, ini program pertama di Indonesia yang harus didukung oleh semua pihak,” sebut Fitrial.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*