Pertama Kali Investor Tiongkok Habiskan Rp 22 Triliun Beli Saham di Bursa Hongkong

Ilustrasi Investasi.

Ilustrasi Investasi.

Hongkong, PADANGTODAY.COM-Para investor di Tiongkok untuk pertama kali menghabiskan kuota 10,5 miliar yuan atau sekitar Rp 22 triliun untuk membeli saham di bursa Hongkong. Hal ini membuat volume transaksi pada Shanghai-Hongkong Stock Connect pun mencapai rekor.

Pada perdagangan hari ini, indeks Hangseng naik 1,9 persen. Kemarin, indeks Hangseng mencapai titik tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, naik 3,8 persen. Kenaikan itu ditopang oleh mengalirnya dana investor dari Tiongkok Daratan ke bursa Hongkong. Mereka mencari bursa dengan valuasi lebih rendah. Indeks Shanghai hari ini juga naik.

Direktur Utama Bursa Hongkong Chow Chung Kong menyatakan, total nilai transaksi di bawah program stock connect, yaitu program yang memungkinkan investor di Shanghai bertransaksi di Hongkong, mencapai rekor sebesar 29,9 miliar yuan kemarin. Total transaksi di Hongkong juga mencapai rekor sebesar 252,4 miliar dollar Hongkong, melampaui rekor pada 2007.

“Kapitalisasi pasar untuk kedua perusahaan tercatat di Hongkong saat ini mencapai 28,6 triliun dollar Hongkong, membuat kami sebagai bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia,” ujar Chow.

Program stock connect tersebut membuat semakin banyak investor dari Tiongkok Daratan menanamkan uangnya di bursa Hongkong. “Kita berada di tengah perubahan struktural, secara bertahap, tetapi terus berkesinambungan membuka pasar finansial Tiongkok,” ujar CEO Bursa Hongkong Charles Li, yang juga mengomentari transaksi yang terjadi kemarin.

“Pasar saham kami menyediakan investasi yang baik bagi dana dari Daratan dan ini merupakan cara yang baik bagi investor di kawasan untuk mendiversifikasikan portofolio mereka,” lanjut Charles Li.

Para fund manager di Tiongkok mengatakan, mereka memindahkan lebih banyak dana untuk mencari laba dari jurang valuasi yang besar antara bursa Hongkong dan bursa Shanghai. Harga saham di Hongkong diperdagangkan antara 30 dan 90 persen lebih murah dibandingkan dengan saham perusahaan sejenis di Tiongkok.

Chen Zhizhong, analis pada China Merchant Securities, di Shenzhen mengatakan, dalam akhir pekan lalu komunitas analis berdiskusi tentang apakah ini merupakan waktu yang tepat untuk pindah ke Hongkong. Mereka pun mencapai kesepakatan bahwa ini merupakan saat yang tepat untuk pindah ke Hongkong.

“Pestanya sudah dimulai, Anda dapat merasakan kegairahan pada hari ini. Sulit dikatakan bahwa musik akan terhenti,” kata Chen.

Dalam beberapa tahun terakhir, indeks CSI300 Tiongkok sudah naik lebih dari 90 persen. Sementara Hong Kong China Enterprises Index hanya naik 29,8 persen.

Para analis juga mengatakan, faktor lain yang menaikkan arus dana investasi dari Tiongkok Daratan adalah regulator Tiongkok yang pekan lalu memperbolehkan reksa dana membeli saham-sahan di Hongkong di bawah program koneksi tersebut sehingga para pengelola reksa dana semakin mudah menempatkan dananya. Sebelumnya, sulit bagi pengelola reksa dana Tiongkok membeli saham di Hongkong karena persyaratan dana yang tinggi serta persyaratan yang beragam.

(reuters/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas