Peserta Diklat Jabatan Penghulu Datangi KUA Kecamatan Payakumbuh

Peserta Diklat Jabatan Penghulu Datangi KUA Kecamatan Payakumbuh

Peserta Diklat Jabatan Penghulu Datangi KUA Kecamatan Payakumbuh

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Penghulu, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2005 ialah Pegawai Negeri Sipil sebagai pencatat nikah yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh Mentri Agama atau pejabat yang ditunjuk sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku untuk melakukan pengawasan nikah atau rujuk menurut Agama Islam dan kegiatan kepenghuluan.

Hal tersebut kembali ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Limapuluh Kota Gusman Piliang saat membuka secara resmi kegiatan studi lapangan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jabatan Fungsional Penghulu dari Balai Keagamaan Padang, Rabu (14/09) di Aula Pertemuaan Kecamatan Payakumbuh.

“Atas nama pimpinan lembaga saya merasa tersanjung dan terhormat dengan dipilihnya KUA Kecamatan Payakumbuh sebagai lokus studi lapangan Diklat Penghulu Angkatan II Tahun 2016 ini. Amanah tersebut sekaligus menjadi tantangan serta ladang inspirasi bagi KUA Kecamatan Payakumbuh dalam meningkatkan layanan publik yang ada di KUA. Menurut hemat saya tantangan tugas penghulu kedepanya jauh lebih berliku dari masa yang lalu,” ungkapnya.

Salah satu tantang tersebut ialah dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014 di mana layanan pencatatan nikah yang dilaksanakan di kantor KUA pada hari kerja ditetapkan tarif 0 rupiah.

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah tersebut tentu melahirkan perubahan budaya, masyarakat lebih memilih untuk berbondong-bondong menikah gratis di Kantor KUA, sementara sarana pendukung tidak linear dengan daya dukung yang ada. Diharapkan Gusman Piliang, diklat tersebut dapat meningkatkan kompentensi, serta kemampuan analisis para calon penghulu untuk memberikan jawaban dari berbagai persoalan yang dihadapi.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Diklat, Balai Diklat Keagamaan Padang Suarlin, Sos menyampaikan studi lapangan tersebut merupakan bagian integral dari kegiatan Diklat Penghulu. Studi lapangan bertujuan untuk menguji berbagai teori di bidang kepenghuluan yang sudah diterima.

“Hasil dari studi lapangan ini akan disajikan oleh peserta dalam bentuk laporan yang akan diseminarkan secara berkelompok, oleh sebab itu saya berharap kepada seluruh peserta diklat untuk dapat menggali berbagai bahan informasi yang ada di KUA Kecamatan Payakumbuh ini,” terangnya.

Kepala KUA Kecamatan Payakumbuh Gunawan Bulfi tampak sumringah dengan kehadiran 30 peserta Diklat calon Penghulu itu.

“Menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi kami dipilih sebagai tempat studi lapangan. Mudah-mudahan apa-apa yang menjadi maklumat dari kegiatan ini dapat terwujud dan memberi nilai manfaat bagi seluruh peserta tanpa terkecuali bagi kami yang dikunjungi,” pinta Kepala KUA termuda di Limapuluh Kota ini.

Diklat Fungsional pembentukan Jabatan Fungsional Penghulu Angkatan II Tahun 2016 diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau sesuai dengan wilayah kerja Balai Dikalat Keagaman Padang.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*