Petani Padangpanjang Mulai Kembangkan Pola Pertanian Organik

Wali-Kota-Padangpanjang-Hendri-Arnis-ketika-melaksansanakan-kegiatan-panen-padi-di-Kelurahan-Ekor-Lubuk-Kecamatan-Padangpanjang-Timur.

Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis ketika melaksansanakan kegiatan panen padi di Kelurahan Ekor Lubuk Kecamatan Padangpanjang Timur.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com– Sebanyak tujuh dari 50 kelompok tani di Kota Padangpanjang mengembangkan pertanian organik.
“Pertanian organik terus kami kembangkan, saat ini sudah tujuh kelompok yang membudidayakan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padangpanjang, Candra.

Dikatakannya, pertanian organik yang dikembangkan oleh kelompok petani tersebut juga diproyeksikan sebagai produk unggulan pertanian setempat, karena dinilai bisa meningkatkan hasil pertanian.

“Hasil pertanian masyarakat bisa meningkat dari yang biasanya, sehingga akan berorientasi kepada peningkatan perekonomian,” katanya.

Pertanian organik, khususnya beras, diaplikasikan dalam sejumlah program seperti pola padi tanam sebatang yang terbukti bisa meningkatkan hasil pertanian.

Menurut Candra, pola tanam petani sebatang tersebut akan terus dikembangkan kepada petani sehingga bisa meningkatkan produksi gabah kering panen (gkp) per tahun.

Sistem tanam padi sebatang bila dikembangkan petani, kata dia, akan sangat menguntungkan karena dapat menghasilkan panen yang lebih maksimal.

“Pola tanam padi sebatang juga dapat meminimalisir biaya mulai dari pembibitan, pupuk, pengairan hingga pengawasan sehingga perlu dikembangkan kepada petani,” katanya.

Dalam penerapan pola tanam padi sebatang tersebut, kata dia, umur benih yang disemai dari sembilan sampai 13 hari dan dipindahkan kelahan pertanian yang nantinya bisa dipanen setelah berumur 103 hari.

Menurutnya, hasil panen yang didapat dari pola tanam padi sebatang ini jauh lebih meningkat dari pola tanam biasanya yang mencapai 30 persen.

Beras organik hasil dari pertanian petani Padangpanjang tersebut, katanya, juga memiliki nilai yang tinggi di banding beras kebanyakan.

“Harga beras organik itu lebih tinggi dari beras biasanya yakni Rp18 ribu perkilogram, sedangkan yang bukan organik hanya Rp12 ribu per kilogram,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Simbagu Kelurahan Ekor Lubuk, Radikal mengatakan, pola tanam padi sebatang pada kelompok yang dipimpinnya itu sudah melakukan panen perdana beberapa waktu lalu seluas 1 hektar.

“Satu hektare itu bisa menghasilkan 5 sampai 5,6 ton jika dipelihara sesuai dengan ketentuan dan arahan dari Dinas Pertanian,” katanya.

Data dari Dinas Pertanian, lahan pertanian organik di Padangpanjang saat ini memiliki luas 400 hektare. Sedangkan yang sudah bersertifikat baru seluas 50 hektar. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*