PGRI Seminar Nasional, “PGRI Kuat, Pendidikan dan Agama Satu Tubuh”

PGRI Limapuluh Kota Seminar Nasional

PGRI Limapuluh Kota Seminar Nasional

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com– Menggunakan mata hati untuk memandang suatu persoalan akan menghasilkan perspektif dan paradigma yang luar biasa, jauh meninggalkan logika linier. Jika saja pengajaran harus menggunakan nurani, apalagi menyikapi berbagai persoalan seputar dunia pendidikan yang jelas-jelas sangatlah kompleks. Konsepsi pendidikan ini dijabarkan oleh Drs Zulfikri Anas MEd, yang bertemakan “Kurikulum 2013 Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan di Daerah” dalam Seminar Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Limapuluh Kota yang digeber di Gedung Serba Guna Politeknik Pertanian Payakumbuh di Tanjung Pati, Sabtu (8/11).

3.828 orang guru yang tergabung dalam organisasi PGRI Kabupaten Limapuluh Kota hadir di sana. Bupati Limapuluh Kota dr Alis Marajo, Ketua PGRI Limapuluh Kota, Zulhikmi MMPd, Sekretaris Indrawati MMPd, Ketua Panitia Yanuar SPd, dan Sekretaris Masril MPd terlihat di depan. Bersama dengan Ketua PGRI Pusat Sulistiyo MPd yang juga menyampaikan materi tentang “Perjuangan PGRI Bagi Kesejahteraan Guru”, dikatakan oleh Zulfikri Anas bahwa lewat pelajaran IPA anak diajarkan tentang betapa hebatnya ciptaan Ilahi. Zulfikri Anas menyatakan bahwa nalar pendidikan dan agama tidak dapat dilepaskan. Keduanya saling terkait.

“Alasan itulah yang menguatkan pandangan bahwa antara pendidikan dan agama menyatu seperti halnya ruh dan jasad. Jika dipisahkan, maka akan terbujur kaku dan menjadi penyakit,” ujar Praktisi Pendidikan yang aktif di Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang Kemdikbud ini. Tampak Kabag Humas Setkab yang juga pengurus PGRI Muhammad S bersama panitia lainnya melayani peserta mulai dari registrasi kepesertaan sampai ke dalam ruangan hingga kegiatan ini selesai.

Para peserta seminar nasional ini memenuhi ruangan serba guna Politeknik Negeri Payakumbuh. Saking ramainya, bahkan parkir kendaraan sampai tumpah ke jalan. Bupati Alis Marajo dalam sambutannya, sangat gembira dengan antusiasme peserta. Bahwa pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, Bupati setuju. Namun, implementasinya tetap di tangan tenaga pendidik selaku garda terdepan transfer pengetahuan.

PGRI KUAT

Menyoal perjuangan organisasi guru PGRI, baik di pusat maupun daerah, aku Ketua PGRI Pusat, Sulistiyo, tidak terbantahkan. PGRI selalu memperjuangkan guru mulai dari tingkat guru Paud dan TK hingga Dosen. Dalam konsepsinya, PGRI juga memperjuangkan guru negeri dan swasta, profesi dan kesejahteraan, untuk pendidikan bermutu, dan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

Selaku organisasi profesi guru, PGRI menekankan kode etik guru; kewajiban guru terhadap peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, rekan sejawat, profesi, organisasi profesi, dan terhadap pemerintah. Sebab itulah, PGRI mengusulkan, mendesak pemerintah untuk melakukan kajian dan evaluasi otonomi pendidikan secara komprehensif dan melibatkan pakar pendidikan dan pihak terkait. Lalu, guru dikelola oleh unit utama. Badan pengembangan SDM pendidikan dan PMP dimaksimalisasi sesuai kesepakatan bersama antara Komisi X, Mendiknas, PB PGRI, dan sambutan presiden di HUT PGRI tahun 2010.

PGRI juga mengusulkan, perbaikan sistem pembayaran dana BOS, DAK, dan tunjangan profesi guru, subsidi tunjangan fungsional (bagi guru non PNS), dan dana tambahan penghasilan bagi guru yang belum mendapat TPG. Serta, mendesak lahirnya peraturan tentang penetapan penghasilan minimal guru (khususnya Guru Non PNS), dan pelaksanaannya (peraturan pemerintah).

“PGRI juga mengusulkan terkait guru PTK, Pamong, Tenaga Administrasi Sekolah, Pustakawan dan Laboran, Guru Swasta, Guru Honorer, kedudukan Kepala Sekolah, tentang Pengawas Sekolah dan Penilik PNF, Birokrasi Pendidikan, tentang Dosen,” ujar Sulistiyo di depan para peserta seminar sembari menjelaskan poin per poin. Panitia seminar menyediakan 4 bigscreen guna memperjelas penyampaian materi mengingat GSG Polteknik Pertanian Payakumbuh yang begitu luas. Peserta juga membludak sampai ke podium atas.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*