PH: TERUMBU KARANG MATI DIGUNAKAN BAHAN PONDASI

Padang-today.com – Lukman Nur Hakim Penasehat hukum tersangka,menyatakan,terumbu karang yang digunakan untuk membuat cottage di Pulau Swarnadipa merupakan terumbu karang sudah mati di sekitar pulau.

“Terumbu karang digunakan sebagai pondasi bangunan cottage sudah mati,buka karang ada di dalam laut,”ungkapnya.

Buat cottage bukan langsung dari perusahan pengelola pulau namun di upahkan pada orang lain.

“Klien merupakan direktur Swarnadipa tidak tahu kalau batu karang pengganti batu kali digunakan untuk pondasi bangunan,namun diperiksa oleh penyidik PPNS DPK Sumbar dan ditahan pihak kejaksaan atas tuduhan merusak terumba karang,”jelas Lukman.

Lukman mengakui klien sudah ditahan pihak kejaksaan dimana berkas perkara sudah tahap 2.

“Saat ini klien sudah di tahanan rutan anak aia Padang status titipan jaksa,”ungkapanya.

Terkait Irwan Gea bakal disidangkan di Pengadilan Negeri Padang.Lukman Nur Halim terkejut, sebagai pengacara tersangka belum tahu kalau kliennya bakal di sidangkan.”Hingga saat ini belum mendapat surat pelimpahan sidang baik dari kejaksaan maupun dari pengadilan.

Klienya ditahan hingga 20 hari status titipan kejaksaan,”jelas Lukman Nur Hakim.

Sementara itu Kasipum Kejari Padang,Rusmin menyatakan berkas perkara kasus perusakan terumbu karang sudah tahap 2.

Tersangka atas nama Irwan Gea dan barang bukti berupa ¬†kano,pecahan batu karang sudah diamankan. Tersangka ditahan di Rutan Anak Aia Padang,”katanya.

Ia menjelaskan,pihak kejaksaan dalam pekan depan bakal melimpahkan ke Pengadilan Negeri Padang kasus perusakan terumbu karang dengan tersangka Irwan Gea merupakan direktur PT. Sawarnadipa Wisata.

“Pelimpahan progres penanganan kasus dugaan perusakan terumbu karang oleh PT Swarnadipa.Berkas sudah di proses dan pekan depan bakal dilimpahkan,”kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Padang,Rusmin.

Dari berkas lanjut Rusmin pengelola objek wisata Suwarnadwipa, diduga menggunakan terumbu karang untuk pondasi bangunan,tempat lampu taman. “Bangunan cottage di pulua pondasi menggunakan terumbu karang,”jelasnya.

Ia menyatakan,perbuatan ini jelas merusak tumbuhan karang yang ada disekitar pulau.

Apapun alasan pengelola objek wisata Suwarnadwipa, menggunakan terumbu karang tidak dibenarkan,ini dapat merusak kehidupan laut kalau karang digunakan untuk bahan bangunan dalam hal ini penganti batu untuk pondasi bangunan.

“Perbuatan tersangka dapat dijerat Undang-undang no.31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun,”jelasnya.

Kasus dugaan perusakan terumbu karang di objek wisata Pulau Swarnadipa ini merupakan hasil penyelidikan penyidik PPNS dari Dinas Kelautan Perikanan Sumbar.

terumbu karang di depan lokasi wisatanya diambil untuk bangunan dan keperluan lainnya oleh pengelola Swarnadipa.(der)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*