PILIHAN: LARI ATAU BERLINDUNG DI SEKOLAH AMAN BENCANA

OLEH: NENGKA PUTRI, S.Pd.

 

Sekolah Aman Bencana

Tak ada yang sempurna. Mencari sekolah aman merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.

Tujuan membangun sekolah aman bencana adalah membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bersama bencana secara aman dan selamat. Meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah. Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.

Sekolah adalah satuan pendidikan yang andal. Punya kekuatan dan kesepakatan bersama, hendak selamat bencana. Makanya, penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, kecakapan diri dalam mengatasi situasi dan kondisi bencana apapun yang menimpa. Sekolah menjadi poros utama penanganan bencana sebab sekolah adalah unit pendidikan yang andal dan utama.

Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana secara jelas menyatakan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan keterampilan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, baik dalam situasi tidak terjadi bencana maupun situasi terdapat potensi bencana.

Maka, Selaku Satuan Pendidikan sekolah dengan adanya siswa, guru, pegawai di sekolah tersebut mesti mendapatkan pengetahuan yang lengkap dan terencana soalan mitigasi bencana di sekolah. Soalan jarak, lokasi, dan tempat sekolah bagi warga sekolah SMK Negeri 1 Kecamatan Suliki akan jadi prioritas utama penanganan cepat jika terjadi bencana.

Lokasi 3 SMK N 1 Kec. Suliki, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.`A

Dalam pembelajaran di kelas, ada waktu-waktu kami, para guru dan siswa menghadapi pengetahuan siaga bencana. Kami, mendiskusikan tentang Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di sekolah, di 3 lokasi PBM yang ada. Baik antara kami sesama guru maupun dengan para siswa. Pola diskusi ini dipompa dengan semangat bersama hendak selamat dan aman bencana. Sekolah penting untuk berkelanjutan agar selamat dan tetap beroperasional.

Kecuali, sebab khusus penanganan bencana yang sampai tulisan ini selesai, masih dinyatakan berstatus pandemi: Covid-19. Ya, bencana antropogenik ini sangat mengkhawatirkan sehingga pemerintah Indonesia meliburkan atau menerapkan home schooling bagi siswa dan guru. Juga SMK Negeri 1 Suliki harus mengikuti arahan pemerintah ini.

Selaku warga sekolah, pastinya harus memiliki ketaatan dan kepatuhan terhadap apapun keputusan pemerintah. Bencana antropogenik menjadi luar biasa serangan dan perkembangannya, sebab sukar dibendung dan cepat serta akibat kematian yang massif sporadis. Sungguh sadis.

Sampai tulisan ini kami tulis, perjuangan memerangi virus Covid-19 ini masih terus berlangsung, dari seluruh sektor. Mulai dari penyadaran akan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sampai pemutusan rantai penyebaran virus dengan me-lockdown kota-kota dan wilayah lainnya.

Ikhtiar di saat korban terus berjatuhan, upaya manusia di saat banyak solusi yang muncul tapi hanya hoax dan cerita tanpa jelas sumbernya. Kami dipaksa harus arif dan bijaksana memilih dan memilah informasi. Di sinilah ketaatan azaz informasi dan pola jurnalistik itu berlaku.

Kita harus seringkali melakukan perbandingan dan prinsip cek dan cek ulang konten informasi, termasuk informasi apapun tentang Covid-19 ini. Dialah wabah dunia yang memberi kecemasan berlebih daripada bencana lainnya. Sebarannya yang cepat dan menyebabkan kematian menakutkan bagi manusia dunia, termasuk warga SMK Negeri 1 Kecamatan Suliki.

Sekolah Kami Unik

Sekolah kami unik. Betapa tidak, satu sekolah dengan tiga lokasi tempatan Proses Belajar Mengajar. Barangkali satu-satunya sekolah yang memiliki tiga lokasi PBM hanya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kecamatan Suliki. Guru dan murid traveling atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Dari sisi waktu pembelajaran butuh waktu panjang untuk berpindah. Dilihat dari sisi kesegaran dan kebugaran sangat menguntungkan karena kita berpindah-pindah dari kelas yang satu ke kelas yang lain.

Lokasi 1 berada di Jalan Utama, Jalan Tan Malaka km 25 Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Sangat mudah mencarinya antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Darwis dan Tugu Suliki, pusat kecamatan. Kira-kira 500 meter sebelah kiri RSUD dan 800 meter dari Tugu Suliki.

Tugu yang disebut Simpang Tiga oleh masyarakat Kecamatan Suliki. Ke kanan dari arah Payakumbuh menuju Sialang sampai ke Baruh Gunung Kecamatan Bukit Barisan. Ke kirinya menuju Kototinggi pusat Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1956 yang dipimpin oleh Mr. Syafruddin Prawira Negara.

Lokasi 2 berada di Damar Tinggi. Eks SDN 03 Sungai Rimbang. Sebelah kiri menuju Sialang. Jarak antara Tugu Suliki dan lokasi berkisar 600 meter. Lokasi ini berdekatan dengan kantor Wali Nagari Sungai Rimbang. Sekolah yang kosong selama delapan tahun dipakai oleh SMK sebagai tempat pembelajaran. Tentu saja dengan segala fasilitas yang darurat karena bangunannya tidak terawat.

Di samping kiri jenjang menuju lokasi 2 ada jalan menuju puncak perbukitan dengan jarak 800 meter, di sinilah lokasi 3. Tanah yang diwakafkan oleh warga ditumbuhi oleh semak belukar dan perbukitan. Lokasi ini diterasering menjadi tiga lantai.

Peta lokasi di kecamatan Suliki.

Sejak penulis pindah tugas Juli 2015 SMKN 1 Kecamatan  Suliki memakai 2 lokasi pembelajaran. Awalnya lokasi 2 diperuntukkan bagi siswa kelas X atas beberapa pertimbangan. Salah satunya untuk memotivasi siswa belajar, kemudian area sekolah dibagi perjurusan. Dua jurusan tersebut Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan Teknologi Audio Video (TAV) berada di lokasi 2. Untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) ditempatkan di lokasi 1.

Kondisi bangunan di lokasi 2 ini sebetulnya tidak lagi layak pakai. Sekolah kemudian melakukan perbaikan gedung rusak berat bagian atap. Agar dapat berlindung. Meski sudah diperbaiki tetap saja bocor di beberapa tempat, sedangkan lantainya sudah pecah-pecah tanpa loteng.

Tahun 2018 dapat RKA bangunan 2 lokal. Bangunan 2 lokal ini merupakan perbaikan dari bangunan yang ada. Artinya lahannya adalah lokal yang sudah ada. Secara bertahap akhirnya tahun 2019 tiga lokal lainnya termasuk pentas diperbaiki bagian dinding, loteng dan lantai.

Penggunaan gedung baru di Lokasi 3 dimulai Januari 2019. Dengan demikian, maka bertambahlah lokasi dinas guru-guru. Terkadang satu hari mengajar di tiga lokasi. Bolak-balik atas dan bawah begitu kami menyebutnya. ”Traveling”.

Tahun pelajaran 2019/2020 tepatnya Januari 2020 tata administrasi pindah ke lokasi 2. Lokasi 1 diperuntukkan untuk praktikum, lokasi 2 untuk Tata Usaha, sedangkan lokasi 3 untuk belajar teori.

SMKN 1 Kecamatan Suliki kini kaya akan lokasi. Namun ketiga lokasi ini sangat rentan bahaya dan risiko. Kalau dilihat dari bangunan maka bagunan di lokasi 2 yang terparah karena masih bangunan lama. Meski sudah direnovasi bangunan ini tetap dalam tahap siaga. Di samping bangunan berada di bawah bukit.

Lokasi 3 bangunan mantap. Cuma lahannya yang membuat warga sekolah pun mesti waspada. Bangunan di lokasi 3 ini awalnya bukit yang didatarkan sehingga membentuk 3 teras. Teras bawah terdiri dari 2 bangunan. 1 bangunan praktek Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) satu lagi diperuntukkan untuk Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Sedangkan teras dua ada 2 lokal. Lokal inilah yang paling rentan karena tanah kedudukannya serta tanah di atasnya sering runtuh apalagi jika hujan terus-menerus.

Uniknya menuju lokasi 3 jalan mendaki dan kemudian menurun sehingga tidak semua guru dapat membawa kendaraan ke sana. Mereka harus transit dulu di lokasi 2 kemudian jalan kaki menuju lokasi 3. Tidak hanya itu para tamu yang baru pertama kali ke sana juga akan melakukan 2 kali perjalanan.

Entah kenapa, sekolah dengan beberapa vokasi (kecakapan) ini sangat menarik hati. Makanya, penulis mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan sepenuh hati dan jiwa di sekolah ini.

Keunikan lainnya tentang SMK Negeri 1 Kecamatan Suliki ialah sejarah sekolahnya. Awalnya sekolah ini bernama SMKN 1 Kecamatan Guguak Kelas Jauh di Suliki. Siswa pertama tahun pelajaran 2004/2005 ini terdiri atas 4 rombel 1 jurusan TAV, 3 Jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Tenaga pengajar berasal dari SMKN 1 Kecamatan Guguak ditambah dengan guru honor baru di sekolah.

Seiring berjalannya waktu nama sekolah mengalami pergantian dari tahun ke tahun. Sekolah yang memanfaatkan sarana bekas SMPN 1 Kecamatan Suliki ini pada tahun 2006 berganti nama menjadi SMK Kecil Lokal Jauh Kecamatan Suliki. Tahun 2007 berganti nama lagi menjadi SMK Kecil Kelas Jauh Kecamatan Suliki. Tahun 2009 nama sekolah berganti lagi menjadi (SMK) Kecil Kecamatan Suliki. Akhirnya tahun 2012 barulah sekolah berdiri sendiri dengan nama SMK Negeri 1 Kecamatan Suliki dengan SK Pendirian Nomor 44 tahun 2012.

Suasana Seminar di sekolah.

Dari tahun ke tahun sekolah selalu berbenah mulai dari dari fisik maupun nonfisik. Gedung sekolah yang dulunya semipermanen. Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi gedung yang megah layaknya sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ini. Walau demikian sekolah terus berbenah demi kemajuan pendidikan di Kecamatan Suliki khususnya dan Kabupaten Lima Puluh Kota umumnya.

Tahun 2019/2020 SMKN 1 Suliki membuka 8 Jurusan baru, dikarenakan banyaknya peminat peserta didik yang ingin bergabung di SMKN 1 Suliki. Sehingga total jurusan yang ada di SMKN 1 Suliki adalah 12 Jurusan. Dengan dukungan tenaga pendidik S1 dan S2 yang berkompeten di bidangnya.

Jurusan yang banyak ini kemudian terealisasi menjadi 6 Jurusan yaitu 4 jurusan yang sudah ada Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Audio Video (TAV), dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan 2 jurusan baru yaitu Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknologi Informasi (TI).

Tamatan SMKN 1 Suliki telah dibekali keterampilan dan kemampuan di bidangnya. SMKN 1 Suliki telah bekerja sama dengan dunia usaha/dunia industri yang terkemuka di Indonesia, dan kurikulum yang diterapkan telah disesuaikan dengan standarisasi dan sinkronisasi dengan dunia usaha/dunia industri, sehingga mereka siap menghadapi dunia kerja. Lulusan SMKN 1 Suliki juga berkesempatan untuk mengasah skillnya pada saat praktik kerja industri (Prakerin) di dalam dan luar negeri. Hal ini yang membuat siswa SMKN 1 Suliki benar–benar siap memasuki dunia industri kerja.

Kecakapan Bencana

Berikutnya soal bencana, memang tak bisa diprediksi dengan tepat. Jikalah tepat, waktu dan ukuran bencana, bukan bencana lagi namanya. Makanya, dalam kurikulum di setiap jurusan, dimasukkan adanya kecakapan lokal, yakni tanggap bencana.

Tebing dan terjal. Kondisi SMK N 1 Kec. Suliki saat ini. Kewaspadaan selalu ditingkatkan.

Bencana memang dapat terjadi kapan dan dimanapun. Namun yang pasti kita harus selalu waspada dan siaga sesuai dengan kondisi yang terjadi. Melihat dari tekstur tanah maka lokasi 3 merupakan lokasi yang rawan bencana. Tanah dari teras 2 dan 3 sering runtuh. Jika hujan lebat dan terus menerus makan air sangat deras sehingga menghayutkan pasir meskipun sudah ada DAM. Beberapa waktu lalu sudah di DAM, karena hujan deras sebabkan bobol. Sekarang telah diperbaiki.

Begitu juga dengan bangunan 2 lokal di teras 2. Di belakang kelas tersebut dipasang Dam beton. Khawatir sekali jika hujan lebat karena air sangat deras dari puncak bukit. Air dengan mudah menghantam Dam beton dan bangunan sekolah.

Soal kecakapan personal, bisa diuji per pribadi. Hanya saja, untuk tindakan mitigasi bencana, harus ditentukan tindakan seragam. Sehingga ikut meminimalisir kemungkinan dampak bencana pada individu warga sekolah.

Jika bencana gempa bumi, likuifaksi, gerakan tanah, tanah longsor, bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, kebakaran hutan dan lahan), dan bencana antropogenik (epidemik, wabah penyakit, gagal teknologi, dan kecelakaan industri) disikapi sekolah dan warga sekolah dengan wajar dan taat protokol pemerintah.

Lari atau Diam?

Bencana setiap saat mengancam. Ada yang berbentuk fisik, acaman bencana biologis, sampai bencana tak terduga sama sekali. Semuanya harus dihadapi, mau tak mau. Kekuatan manusia bukan faktor penentu lolos bencana. Kewaspadaan dan tindakan saat dan pasca bencana menentukan tingkat keselamatan. Guna antisipasi dini bencana, maka antisipasi keselamatan diri menjadi prioritas.

Keputusan apapun dalam situasi bencana adalah yang terbaik. Keputusan taktis ini dilakukan dengan mempertimbangkan protokol atau aturan keselamatan yang telah umum dilaksanakan. Hal inilah yang harus dipahami bersama oleh warga belajar di SMKN 1 Kecamatan  Suliki.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PBM PJOK sedang berlangsung di Lokasi 3.

Selaku satuan pendidikan aman bencana ini dihadapkan pada setidaknya 12 jenis bencana. Bencana geologi (gempa bumi, tsunami, likuifaksi, letusan gunung api, gerakan tanah, tanah longsor), bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, kebakaran hutan dan lahan), bencana antropogenik (epidemik, wabah penyakit, gagal teknologi, dan kecelakaan industri).

Mitigasi bencana ini pernah disimulasikan dalam beberapa item pelajaran yang berada di gugus praktik. Penjelasan ringkas soal kemungkinan bencana ini, dicerna siswa dengan melakukan praktik cepat dan tanggap. Opsinya jelas, singkat, rapi, dan benar. Lari atau diam? Dua opsi yang sama-sama kebenaran aksinya.

Pertama, lari. Jelas opsi lari menjadi opsi yang umum diambil. Lari menyelamatkan diri dengan sekencang-kencangnya, keluar gedung ke tanah lapang atau areal aman lainnya. Umumnya tindakan lari ini mengabaikan faktor selamat orang sekitar. Spontanitas.

 

Opsi selanjutnya, berdiam di lokasi dalam gedung. Jika itu berupa bencana geologi, tindakan pertama adalah berlindung di bawah meja yang kokoh atau berdiri di segitiga aman, yakni pertemuan pondasi dan dinding di sudut ruangan. Jenis bencana lainnya tetap saja harus mengikuti protokol keselamatan oleh pemerintah.

Protokol atau tatalaksana ini hanya bisa diikuti dengan disiplin dan sikap saling menghargai hak selamat sesama. Jika sudah terpatri kuat, maka keselamatan tidak hanya urusan pribadi tapi menjadi tanggung jawab bersama.

Singkronisasi Kesiapsiagaan Bencana dengan Materi Pembelajaran

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dikenal dengan teks prosedur dan teks eksplanasi. Teks prosedur merupakan langkah kerja atau prosedur melakukan atau membuat sesuatu. Sedangkan teks eksplanasi merupakan teks yang memperlajari masalah gejala alam yang terjadi serta gejala sosial. Pada teks ini dipelajari tentang urutan kejadian. Beberapa kompetensi pelajaran kelas XI berkaitan dengan kesiapsiagaan terhadap bencana. Berikut kompetensi disajikan kompetensi dasar berpasangan antara pengetahuan dan keterampilan.

 

No

Kompetensi Dasar
Pengetahuan Keterampilan
1. KD.3.19.Menganalisis informasi berupa pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur berkaitan dengan bidang pekerjaan KD. 4.19 Merancang pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur berkaitan bidang pekerjaan dengan organisasi yang tepat secara lisan dan tulis

 

2. KD. 3.20 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur berkaitan dengan bidang pekerjaan. KD. 4.20 Mengembangkan teks prosedur berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan.
3. KD. 3. 21 Menganalisis informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks ekplanasi berkaitan dengan bidang pekerjaan lisan dan tulis. KD 4.21. Mengkonstruksi informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks eksplanasi berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan dan tulis

 

4. KD 3.22 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks  eksplanasi berkaitan dengan bidang pekerjaan KD 4.22 Memproduksi teks eksplanasi berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan

 

Tabel Kompetensi Dasar Tanggap Bencana

Berikut Proses Belajar Mengajar yang telah dilakukan terkait dengan kesiapsiagaan bencana dengan materi pelajaran. Kompetensi yang paling erat kaitannya adalah 4.21  Mengkonstruksi informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks eksplanasi berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan dan tulis dan 4.22 Memproduksi teks eksplanasi berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan

Dalam pelaksanaan pembelajaran peserta didik ditugaskan membuat teks prosedur berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana.

Tetap di Rumah

#dirumahaja. Tagline ini jadi sistematika baru pendidikan kita. Wabah atau bencana  biologis dunia, Covid-19 telah mengubah banyak hal. 38 orang guru, 232 murid SMKN 1 Kecamatan  Suliki menjalani home schooling. Sekolah jarak jauh ini, dilakukan dengan sumber daya yang ada. Misalnya dengan berkirim pesan lewat Whatsapp dan sms tentang tugas dan pengayaan siswa selama berada di rumah. Wabah dunia, Covid-19 telah meubah banyak sistem dunia. Dalam beberapa hari saja banyak terjadi lockdown (seleksi bahkan kunci masuk keluar) kota dan negara.

Wabah virus berukuran 150 nanometer ini terbukti lebih menakutkan dari penyakit ganas sekalipun. Terbukti protokol keselamatan beragam profesi segera keluar. Protokol pendidikan di sekolah, kemudian diserahkan ke masing-masing kota dan kabupaten. SMKN 1 Kecamatan Suliki kemudian mengikuti arahan Bupati Lima Puluh Kota yang meliburkan siswa untuk beraktifitas ke sekolah mulai 19 Maret – 2 April 2020. Masa libur kemudian diperpanjang menjadi 15 April 2020. Lalu keluar lagi Instruksi Bupati Nomor 420/1128/1/DPK-LK/IV-2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus desease (Covid-19) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dikatakan bahwa belajar di rumah diperpanjang 1-30 Mei 2020.

Inilah pengelolaan Bencana Antropogenik yang global. Dunia. Setiap jiwa manusia di muka bumi terancam. Positif Korona sama artinya hanya memiliki kesempatan hidup seizin-Nya. Pesan dalam kegiatan berdiam di rumah itu, beristirahatlah, belajarlah, bekerjalah, dan beribadahlah di rumah.

Setiap tugas dan penilaian tetap sama diberikan. Dalam situasi seperti ini kepatuhan akan protokol pemerintah menjadi penting, sebab kepatuhan jadi kunci kesuksesan protokol ini. Segala daya dan upaya dilakukan pemerintah guna menyelamatkan rakyatnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020. SE ini berisikan hal-hal sebagai berikut:

Satu, Ujian Nasional (UN): a. UN Tahun 2020 dibatalkan, termasuk Uji Kompetensi Keahlian 2020 bagi Sekolah Menengah Kejuruan; b. Dengan dibatalkannya UN Tahun 2O2O maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi; c. Dengan dibatalkannya UN Tahun 2020 maka proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C akan ditentukan kemudian.

Dua, proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan; b. Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19; c. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah; d. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan baiik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Tiga, Ujian Sekolah untuk kelulusan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini b. Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya; c. Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh; d. Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah berlaku ketentuan sebagai berikut: 1) kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan; 2) kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan; dan 3) kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Empat, Kenaikan Kelas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya Surat Edaran ini; b. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofoiio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya; c. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Lima, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Dinas Pendidikan dan sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah; b. PPDB pada Jalur Prestasi dilaksanakan berdasarkan: 1) akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir; dan/ atau 2) prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah; c. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.

”Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasionai Pendidikan dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid-19 seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfectant, dan masker bagi warga,’’ demikian bunyi poin enam di SE tersebut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas