Pilkada Payakumbuh Makin Seksi, Satu Pasang Calon Telah Lolos Syarat Dukungan

Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu SH

Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu SH

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com–Komisi Pemilihan Umum Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Sabtu (10/9/2016) di Aula BIB (Dinas Peternakan Provinsi Sumbar Jalan Pahlawan Payakumbuh) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Tingkat Kota Hasil Verifikasi Faktual dukungan Calon Perseorangan. Agenda dalam kaitan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh Tahun 2017 ini dihadiri oleh Bakal Calon Perseorangan H Wendra Yunaldi – H Ennaidi serta undangan lainnya.

Diakui Pilkada Tahap II 15 Februari 2017 ini kian seksi. Banyak intrik muncul menunggu masa pendaftaran dari Parpol. Dewan Pimpinan Pusat banyak parpol mengisyaratkan politik lastminutes. ”Di akhir-akhir jelang masa pendafataran akan kami umumkan resmi,” ujar beberapa petinggi parpol di Jakarta. Khusus untuk Sumatera Barat, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Kepulauan Mentawai saja

Komisioner KPU lengkap; Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu, Komisioner Divisi Teknis Muhammad Khadafi, Komisioner Divisi Data dan Sosialisasi Yuzalmon, Komisioner Divisi Logistik dan Rumah Tangga Haidi Mursal, dan Komisioner Divisi Hukum Ade Jumiarti Marlia serta Sekretaris Dipa Surya Persada bersama Kasubag-Kasubag serta para staf. Juga Panwaslih Kota Payakumbuh yang komisionernya; Ketua Panwaslih Kota Payakumbuh Media Febrina, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Suci Wildanis, Divisi Penindakan, Penanganan Pelanggaran Ismail Hamzah juga duduk di depan.

Hasil pleno terbuka ini menyatakan bahwa setelah diverifikasi faktual pasangan H Wendra Yunaldi – H Ennaidi jumlah dukungan 9.044. Sedangkan Hj Welya Safitri – H Rio Mainelda Cai dengan jumlah dukungan 1.750 dukungan.

Hasil ini telah diterima oleh kedua pasang calon perseorangan. Selanjutnya, pasangan Hj Welya Safitri –  H Rio Mainelda Cai harus menambah jumlah dukungan di masa perbaikan. Batas dukungan 8.674 KTP dukungan telah dilewati H Wendra Yunaldi – H Ennaidi.

Perjuangan satu bakal pasangan calon jalur perseorangan menuju kursi pencalonan Pilkada 2017 nyaris selesai. Pasangan Wendra Yunaldi-Ennaidi telah selesai diverifikasi (penelitian) faktual, sebanyak 9.044 dukungan. Artinya, dukungan Wendra Yunaldi – Ennaidi di atas dukungan yang dipersyaratkan 8.674 dukungan KTP. Sementara, bakal pasangan calon Welia Safitri dan Rio Mainaldi Cai, baru 1.750 yang baru faktual atau memenuhi syarat (MS).

Dinamika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahap II yang akan dilakoni juga oleh Kota Payakumbuh pada 15 Februari 2017 kini semakin panas. Suasana politik terbangun hebat di kalangan elite serta masyarakat bawah. Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, sudah sejak lama dikenal sebagai daerah pencipta dinamika politik yang hebat.

KPU dan Jajaran

Komisioner KPU Kota Payakumbuh, yang berkantor di gedung sendiri Jl. RKY. Rasuna Said Kelurahan Balai Nan Tuo Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. Lima komisioner ini: Anggota KPU Divisi Hukum & Pengawasan Ade Jumiarti Marlia SIP, Divisi Logistik, Umum, Keuangan dan Bagian Rumah tangga Haidi Mursal SP, Ketua Hetta Manbayu SH, Divisi Perencanaan dan Teknis Penyelenggaraan Pemilu Muhamad Khadafi, Anggota KPU Divisi Sosialisasi Yuzalmon SAg MSi menyatakan kesiapannya.

”Selaku komisioner KPU, kami menanti aturan perundang-undangan diselesaikan KPU RI bersama DPR RI. Alas aturan utama, yakni UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah serta Peraturan KPU,” ujar Ketua KPU Payakumbuh Hetta Manbayu di kantornya.

Peran aktif masyarakat untuk ikut serta mensukseskan Pilkada Serentak 2017 sangat dibutuhkan. Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga penyelenggara Pilkada, tentu memiliki keterbatasan, tidak bisa melakukan pendidikan politik, sebab kinerjanya yang terbatas di urusan penyelenggaraan.

”Maka, kami mengimbau kepada setiap elemen masyarakat, termasuk kepada sahabat-sahabat media agar ikut serta melakukan kegiatan, termasuk pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Partisipasi pemilih, terkait dengan keterlibatan semua pihak, tidak hanya oleh tokoh, juga elemen lainnya harus ikut menyemangati, termasuk insan media,” demikian ungkapan Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu disambung oleh Komisioner Divisi Teknik KPU Kota Payakumbuh Muhammad Khadafi.

Ketua KPU Hetta Manbayu, Komisioner Muhammad Khadafi, dan Haidi Mursal, Yuzalmon dan Ade Jumiarti Marlia dan jajaran telah selesai melakukan verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan.

Hetta Manbayu sangat meminta kerjasama informasi, dan pemberitaan yang membangkitkan semangat pemilih untuk melaksanakan pemilihan. Disamping itu, oleh Hetta Manbayu, Khadafi, dan Haidi menyatakan bahwa KPU akan memfasilitasi semua kebutuhan informasi dari para insan media cetak, elektronik, dan online dengan baik.

”Kami ingin agar masyarakat pemilih, khususnya di Kota Payakumbuh mendapatkan  pendidikan politik dari informasi media yang disebarkan oleh insan media, sehingga jumlah pemilih yang memanfaatkan hak pilihnya meningkat tinggi,” tutur Khadafi.

Terbitnya Peraturan KPU Nomor 4 tentang Perubahan Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada 2017 telah meubah jadwal dan tahapan di PKPU Nomor 3 Tahun 2016. Termasuk jadwal pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota jalur parpol yang bergeser 3 hari menjadi 21-23 September 2017.

Dinamika Parpol

Saat ini, di Kota Payakumbuh sandarannya adalah minimal lima kursi anggota DPRD untuk pencalonan dari Parpol. Ada 10 Partai Politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Payakumbuh. Partai Golkar 3 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 3 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, Partai Amanat Nasional 3 kursi, Partai Gerindra 3 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 3 kursi, Partai NasDem 2 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2 kursi, Partai Hanura 1 kursi.

Maka 25 kursi DPRD dibagi 20 persen minimal adalah 5 kursi.Maka, tak ada yang bisa mengusung sendiri, harus koalisi. Konsepsi koalisi ini yang kian menarik hari ini. Tarik ulur antara parpol dan bakal calon menjadi menarik. Hampir semua partai memakai konsep last minutes. Namun, konsep ini menjadi tantangan politik bagi para bakal calon untuk merebut dukungan hingga ke Dewan Pimpinan Pusat.

Pilkada Kota Payakumbuh kian menarik. Sebab, hanya dua daerah di Sumbar yang mengadakan helat besar ini. Satu lagi, Kabupaten Kepulauan Mentawai, sebab sulit tempuh lokasi, menjadi kurang banyak informasi beredar. Payakumbuh semakin jadi sorotan.

Banyak nama yang tampil sejak awal 2016 lalu. Sampai hari ini, nama-nama yang mengapung di pendaftaran dan seleksi internal partai-partai itu kian menyusut. Pentahana H Riza Falepi Datuak Rajo Kaampek Suku menjadi bakal calon yang diperebutkan. Diperebutkan untuk menjadi wakilnya.

Jelas, Walikota yang tengah menjabat ini sedang tinggi popularitasnya, termasuk tingkat elektabilitasnya. Ditambah Wakil Walikota yang tengah menjabat hendak pula dan sudah membulatkan tekad hendak maju di bursa Calon Walikota. Ada H Almaisyar Datuak Bangso Dirajo Nan Kuniang, ada pula anggota DPRD Payakumbuh H Fitrial Bachri, dan sejumput nama lainnya.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas