Pilpres Kacau, Pendukung Prabowo Di Aceh Minta Referendum

pilpres-kacau-pendukung-prabowo-di-aceh-minta-referendumJakarta, PADANGTODAY.com – Belasan pendukung Capres-Cawapres Prabowo-Hatta di Aceh mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Keadilan (AMAPK) menggelar aksi di Simpang Lima, Banda Aceh, Rabu (6/8) sekira pukul 10.30 WIB. Pada aksi tersebut, AMAPK mengancam akan membangkitkan kembali isu referendum bila Pemilu Presiden (Pilpres) karut-marut dan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mengabulkan gugatan Capres-Cawapres nomor urut 1 itu.

Aksi yang berlangsung tertib di bawah pengawalan pihak kepolisian sempat menyita perhatian masyarakat yang sedang melintas di jalan. Peserta aksi selain berorasi juga membawa sejumlah poster dan spanduk. Di antaranya tertulis ‘KPU Jahanam’ dan juga ‘Penjarakan KPU yang telah melakukan kecurangan’ serta beberapa poster lainnya.

Koordinator Aksi, Muzakir Reza Pahlevi pada media mengatakan, aksi ini bentuk dari protes pendukung Prabowo-Hatta atas tindakan komisioner KPU yang tidak profesional dan terlalu berpihak untuk memenangkan kepada Capres tertentu dengan cara melakukan berbagai macam kecurangan secara masif dan terstruktur.

“Pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 lalu curang, KPU telah melakukan pembohongan publik dan ini terbukti pasangan Capres Prabowo-Hatta banyak menemukan kecurangan dan hari ini sedang dilakukan sidang perdana di MK,” kata Muzakir Reza Pahlevi.

Muzakir Reza Pahlevi menambahkan, rakyat Aceh tidak menginginkan kembali ditipu dan tidak mendapatkan keadilan dari Negara Indonesia. Bila Prabowo kalah dalam Pilpres kali ini, tentu ini ada kecurangan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh MK, maka rakyat Aceh akan membangkitkan kembali isu referendum untuk menentukan nasib Aceh pisah atau masih tetap bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau Pilpres tidak adil, MK tidak profesional dalam memutuskan sidangnya, maka dengan terpaksa kita akan bangkitkan kembali isu referendum di Aceh apakah pisah atau tetap bergabung dengan Indonesia,” ancamnya.

Selain itu, Muzakir Reza Fahlevi juga meminta pihak kepolisian untuk menangkap Ketua KPU, Husni Kamil Manik dan seluruh komisioner KPU lainnya. Karena menurut Muzakir, mereka telah melakukan kecurangan dan kecurangan itu terjadi di hampir di seluruh Indonesia.

(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*