PIR 188 Ungul di Jarak 1600 Meter Serambi Derby I

Dirut Bank Nagari Syurayadi Asmi didampingi Wako Hendri Arnis menyerahkan tropi utama Serambi Derby I kepada Haji Sun pemilik kuda PIR 188 dari Padangpanjang.

Dirut Bank Nagari Syurayadi Asmi didampingi Wako Hendri Arnis menyerahkan tropi utama Serambi Derby I kepada Haji Sun pemilik kuda PIR 188 dari Padangpanjang.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Kuda milik pengusaha rumah makan Pindok Indah Raya (PIR 188) berhasil merebut Tropi Utama beru3q1pa miniature kuda, setelah memenangkan persaingan ketat pada pacuan Serambi Derby I berjarak 1600 meter pada Race ke 10, Minggu (29/3) kemarin sore.

Kuda pacu jantan bertubuh kekar dengan tinggi 156 centimeter miliki Haji Sun tersebut, tampak dari awal memasuki starting gate atau boks star sulit dikendalikan sang joki. Bahkan Joki Trinaveri sempat terlempar dari punggung PIR 188 sesaat sebelum masuk starting gate. Begitu lepas dari gate boks star, PIR 188 langsung memimpin dikuntit kuda Walikota Hendri Arnis, Mahkota Serambi pada posisi ke dua hingga ke garis finish.

Sedangkan kuda Bintang Demokrat milik Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Dt Intan Bano hanya mampu menempati posisi ke tiga di belakang Mahkota Serambi miliki orang nomor satu di kota berjuluk Serambi Mekkah itu.

“Menang atau kalah bukan suatu alasan bagi saya terjun menekuni hobi berkuda ini. Namun pada kesempatan iven pacu kuda ini, kami sesame pecinta olahraga berkuda bisa saling bersilaturahim,” ungkap Haji Sun menjawab pertanyaan wartawan usai menerima tropi utama Serambi Derby yang diserahkan Pimpinan Bank Nagari Sumbar Syuryadi Asmi didampingi Wako Hendri Arnis, Ketua DPRD Padangpanjang Asril Kasoema dan Ketua Panitia Yunelson.

Sementara dua kuda dari Aceh yang langsung disaksikan Bupati Aceh Besar Mukhlis Barsyah. Yakni Meurah Johan di Kelas III Hendycap 1.200 meter milik Abdul Rauf di Race 7 dan Aja Abang milik Asykar Muda pada Race ke 12. Meski kesuksesan Meurah Johan berhasil merebut tropi juara 1 tidak diikuti Aja Abang, Bupati yang bertekad membangun pacuan di daerah itu tetap puas.

“Meski Aja Abang tidak berhasil meraih juara, namun persaingan yang diberikan cukup ketat. Bahkan pada race ini, persaingan begitu ketat dan memuaskan. Harapan memenangkan tentu ada, tapi yang menjadi tujuan utama bagi kami kesini yakni untuk belajar banyak tentang penyelenggaraan pacu kuda serta pengembangbiakan kuda pacu,” ungkap Mukhlis.

Sementara pada race lainnya, yakni Race I Pacuan Draft Bogi Baru jarak 2.400 dimenangkan Ragunan dari Padangpanjang, Putra Tanjung dari Padangpariaman pada Race II Draft Bogi Usang Baru jarak 3.200 meter, Zoro Blitar dari Padang pada Race 3 Draft Bogi Usang jarak 3.200 meter, Bintang Sisik pada Race 4 pacuan Sagalo jarak 800 meter, Dara Srigunting pada Race 5 kelas CD 2 tahun Pemula Perdana jarak 600 meter dan Ratu Baratangkas dari Riau pada Race 6 Kelas E jarak 1.000 meter.

Kemudian pada Race 7 pacuan Kelas III Handycap jarak 1.200 meter dimenangkan Meurah Johan dari Aceh, Putra Samudra dari Payakumbuh pada Race 8 kelas II Handycap jarak 1.200 meter, Merapi dari Padangpanjang pada Race 9 kelas CD 3 tahun Remaja jarak 1.400 meter, PIR 188 dari Padangpanjang pada Race 10 kelas Serambi Derby jarak 1.600 meter, Lady Minang dari Padangpanjang pada Race 11 kelas III Hadycap jarak 1.600 meter dan Black Noy dari Payakumbuh pada Race 12 kelas II Handrycap jarak 1.800 meter. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*