PJS Wali Nagari Sikucur Timur Pembohong Publik

Sekdakab Jonpriadi (tengah) berpose bersama ketika acara penyerahan Pjs Wali Nagari Sikucur Timur, Jumat (21/10) lalu di Koto Hilalang.

Sekdakab Jonpriadi (tengah) berpose bersama ketika acara penyerahan Pjs Wali Nagari Sikucur Timur, Jumat (21/10) lalu di Koto Hilalang.

Advertisements

Padang-today.com__Penjabat Sementara (Pjs) Wali Nagari Sikucur Timur, Junaidi diduga telah menyampaikan informasi yang salah (pembohongan publik) pada masyarakat Sikucur Timur terkait Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2013 tentang Persyaratan Pengangkatan Perangkat Desa. Pada UU tersebut tidak dituliskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang menjabat sebagai Bamus, perangkat desa dan pelaksana kewilayahan pada pasal 48-51, UU Nomor 6 tahun 2014.

Menurut Junaidi, PNS dilarang menjabat sebagai perangkat desa dan pelaksana kewilayahan (huruf b) meskipun sudah mendapat izin dari atasan yang bersangkutan dan dianggap mampu, karena PNS tersebut sudah memiliki pekerjaan.

“PNS tidak boleh menjadi anggota Bamus dan Perangkat Nagari atau Wali Korong,” tegasnya pada rapat pemilihan anggota Bamus, perangkat nagari dan wali korong di Masjid Nurul Iman, Kampung Tangah, Nagari Sikucur Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padangpariaman, Rabu 26-10-2016 lalu.

Ia juga mengatakan, pemekaran empat korong yang ada di Nagari Sikucur Timur belum sah dan belum saatnya dilaksanakan penunjukan wali korong karena nomor Induk Desa (ID) atas nama Sikucur Timur belum keluar.

“Kita masih empat korong yang lama, bukan delapan korong. Empat korong tersebut adalah Korong Koto Hilalang Utara, Korong Koto Hilalang Barat, Korong Koto Hilalang Timur dan Korong Koto Hilalang Selatan,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang ninik mamak Nagari Sikucur Timur, Sudirman, Wk. Dt. Sinaro Panjang mengatakan, Pjs Wali Nagari Sikucur, Junaidi telah keliru dalam menyampaikan informasi pada masyarakat Koto Hilalang (Nagari Sikucur Timur). Pasalnya, kalau memang pemekaran korong belum disahkan oleh pemerintah, tentu Nagari Sikucur juga tidak dimekarkan menjadi lima nagari.

Berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2013 tentang Pembentukan 43 Pemerintahan Nagari Persiapan di Kabupaten Padang Pariaman pasal 5 ayat 4 berbunyi, Pemerintahan Nagari Persiapan Sikucur Timur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a terdiri dari delapan korong yaitu Korong Kampung Tangah, Korong Kampung Ampek Sudut, Korong Matur, Korong Linggeh, Korong Durian Gadung, Korong Simpang Tigo Paladangan dan Korong Padang Tabaka serta Korong Simpang Koto Hilalang.

“Kalau daerah kita masih empat korong, ke Basung sajalah kita berurusan, untuk apa kita membuat kantor wali nagari di Koto Hilalang ini,” kata Sudir.

Sementara itu, pimpinan rapat, Tk. Mukhtaruddin, Dt. Mudo menyebutkan, jumlah penduduk Nagari Sikucur Timur sekitar 4590 jiwa lebih namun yang hadir rapat pemilihan anggota Bamus, perangkat nagari dan wali korong tersebut tidak cukup 70 orang.

“Masyarakat yang hadir hanya 60 lebih orang,” ungkap Tk. Mukhtaruddin.
Yang lebih janggal lagi, tidak adanya keterwakilan perempuan yang hadir pada rapat pemilihan anggota Bamus, perangkat nagari dan wali korong sehingga pemilihan tersebut tidak berjalan dengan demokratis.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, Jonpriadi meminta pada Pjs Nagari Sikucur Timur untuk menuntaskan segala persyaratan yang menyangkut dengan nagari pemekaran Sikucur Timur dan kemudian membuat laporan terkait penyelenggara pemerintahan nagari. Laporan tersebut merupakan telah terisinya susunan perangkat nagari dengan formasi lengkap, terbentuknya Bamus Nagari dan tersedianya sarana dan prasarana penyelenggaraan pemerintahan nagari.

“Sebelum tanggal 31 Oktober, semua persayaratan sebuah nagari sudah sampai di Setda Padangpariaman dan sebelum tahun 2017 kita sudah mengirimkan semua berkas tersebut ke Jakarta agar nomor ID nagari yang dimekarkan keluar dan 43 nagari yang sudah dimekarkan di Padangpariaman bisa terdaftar di Kemendagri dan bisa dianggaran untuk pengalokasian dana desa tahun 2017,” tegas Sekdakab Jonpriadi pada acara penyerahan Pjs Wali Nagari Sikucur, Jumat (21/10) lalu di Koto Hilalang. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*