PKL Pasar Pariaman Meminta Pemko Pariaman Harus Konsisten

PARIAMAN, PADANGTODAY.com-Memang diakui dalam melaksanakan kebijakan pasti akan ada tantangan dan gunjingan dari berbagai pihak. Meski begitu tentu hal itu menjadi perdoman dan cambuk agar kebijakan yang dilaksanakan pemerintah berjalan dengan baik ditengah-tengah masyarakat.

Advertisements

Buktinya, Pemko Pariaman mau tidak mau harus memindahakan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Kota Pariaman sekarang, karena kondisinya telah penuh dan sesak. Berdasarkan hal demikian, Pemko mengambil kebijakan untuk memindahkan PKL tersebut ke lokasi yang lebih baik.

Namum, sebelum pemko melaksanakan kebijakan tersebut telah melakukan berbagai tahapan, mulai menyediakan sarana para saranya dan sosialisasi kepada para pedagang kaki lima. Langkah itu harus diambil Pemko Pariaman dalam rangka menjadikan daerahnya sebagai kota tujuan wisata.

Berdasarkan hal demikian, tepat Senin Tanggal 2 Februari 2015 kemarin, Pemko Pariaman memindahakan PKL di Pasar Pagi Pariaman ke Pasar Terminal Jati Pariaman. Mau tidak mau PKL harus pindah, karena di pasar Pariaman lokasinya telah ditutup.

Berberapa PKL yang sempat ditanyai Padangtoday di lokasi menyatakan, mereka seetujui pindah ke lokasi ini. Namun demikian tentu harus konsisten Pemko Pariaman melaksanakan programnya ini. Jangan sampai ada lagi PKL ini satu persatu pindah ke lokasi lama.

Kalau sampai hal itu terjadi tentu akan muncul persoalan lain. “Kita setuju pindah ke sini. Namun, kalau bisa pasilitas yang disedikan ini juga dikompromikan dengan PKL sebelum dibangun. Sehingga sarana yang dibangun ini betul-betul dirasakan manfaatnya bagi kita sebagai PKL,” kata Ajo Balai salah seorang pedagang ikan kepada Padangtoday, kemarin.

Kemudian Ajo Talena pedangang asam untuk kerpluan dapur kepada Padangtoday mengaku dagangannya tetap laris manis di Pasar Terminal Jati ini. Meski masih dalam tahap pengenalan dan jual beli masih kuran ini tetap dilaksanakan.

Dirinya, tidak ingin dengan alasan klasik tidak jual beli PKL ini pindah lokasi dan tidak berjualan. Dirinya sepannjang lokasi ini terus dipergunakan seperti ini dirinya tetap berdagang asam disini.

“Kita tetap berjualan disini. Sebab, ini kebijakan Pemko Pariaman dan kita sebagai PKL tentu wajib memberikan dukungan kepada pemerintah untuk kemajuan kita bersama. Kalau bisa lokasi ini jangan sampai pindah-pindah lagi tetapkan saja disini lagi,” ujarnya.

Sedangkan Mawar pedagang mentimun kepada Padangtoday mengaku belum jual beli, karena belum ada yang menawar dagangannya. Meski dirinya tetap jualan di Pasar Terminal Jati ini. Dirinya berharap PNS di lingkungan Pemko Pariaman juga membeli mentimunnya.

“Karena lokasi masih baru hal biasa seperti ini. Kita tetap akan jualan disini sepanjang tidak ada lagi perubahan-perubahan dari pihak terkait. Kita tetap dukungan kebijakan Pemko Pariaman dalam memindahkan pasar ini,” tambahnya.

Kemudian Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit menyatakan, memindahkan pasar ini agar kondisi Pasar Pariaman yang sekarang tidak ada lagi PKL yang berdagang sampai ke jalan. Sebab, jalan di Pasar Pariaman itu adalah jalan untuk menuju lokasi objek wisata Pantai Pariaman.

“Kalau sumpek otomatis program daerah terkendala. Makanya, kita memindahkan PKL ke Pasar Jati ini. Kita berharap PKL betah berdagang disini, karena semua fasilitas telah kita sediakan,” kata Kepala Dinas Koperdindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit kepada Padangtoday, saat pemindahan, kemarin.

Katanya, berdasarkan permintaan Walikota Pariaman H Mukhlis R, semua PNS di lingkungan Pemko Pariaman belanja keperluan dapur di pasar Jati Pariaman ini. Sebab, di Pasar pariaman tidak ada lagi yang berjualan keperluan dapur.

“Khusus Pasar Pariaman sekarang kita jadikan sebagai pasar kering. Pasar Basah ditempatkan di Pasar terminal Jati. Semua fasilitas telah kita sediakan. Bahkan angkutan perdesaan juga telah ditempatkan disini,” ungkapnya.

Apalagi lokasi PKL di Pasar Terminal Jati sangat bersih dan indah. Sehingga pembeli merasa nyaman untuk belanja di Pasar Terminal Jati ini. “Lokasi berdagang PKL di Terminal Pasar Jati yang sekarang telah pemanen. Tidak ada lagi pemindahan, karena lokasi sekarang telah sangat tepat. Kenapa tidak, terminal angkutan perdesaan juga ada di lokasi ini,” ujarnya.

Atas dasar itulah katanya, dalam proses kepindahan ini langsung dipantau Walikota Pariaman H Mukhlis R dan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar. Dihari pertama ini memang cukup ramai pembeli. Baik dari kalangan PNS dan masyarakat di Kota Pariaman.

Sementara itu, Walikota Pariaman H Mukhlis R menghimbau kepada semua pegawai PNS Kota Pariaman agar dapat membantu pedagang dalam menginformasikan kepada tetangga untuk berbelaja disini dan ikut berbelanja di Pasar Terminal Jati ini.

Di harapkan masing- masing dinas terkait dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan tupoksinya, Terutama dinas perhubungan dan dinas koperindag dapat mengatur tata parkir kendaraan roda dua dan roda empat supaya lalulintas di dalam terminal jadi akan lancar dan tidak akan terjadi kemacetan dan dapat mengatur keluar masuknya angdes yang jurusan dari Lubuk Alung, Sicincin, Sungai Geringing, Sungai Limau dan Kampung Dalam.

“Sebab, semua angkutan desa harus masuk ke dalam Terminal Jati diatur oleh Dinas Perhubungan. Dinas Koperindag dapat mengatur tetang lokasi para pedagang ini,” ujarnya.

Lebih jauh ditambahkan Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, pihaknya akan terus mensosialisasikan keberadan pasar pagi Terminal Jati. Pasar ini untuk menunjang pasar ini dengan menawarkan ruko – ruko yang telah dibangun ini.

“Sekarang ada 30 unit petak tokok yang kami tawarkan. Saat ini sudah banyak minat dari pedagang dan masyarakat yang akan mengisi toko yang sudah kami siapkan. Kedepan kita berharap pasar ini tidak hanya berjualan pagi saja tapi sampai sore, karena berjualan di sini tidak mengganggu lalulintas Kota Pariaman,” tambahnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*