PKPU Bangun Seribu Shelter untuk Korban Gempa Nepal

Rombongan PKPU foto bersama usai bangun Shelter..

Rombongan PKPU foto bersama usai bangun Shelter..

Kathmandu, PADANGTODAY.com-Ribuan warga Nepal korban gempa kini bertahan hidup di tenda pengungsian. Mereka tidak dapat kembali kerumah karena tidak layak lagi untuk ditempati setelah luluh lantak digoncang dua kali gempa besar 7,8 SR pada 25 April 2015 dan 7,4 SR pada 13 Mei 2015 lalu. Merespon kondisi ini Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bersama mitra donor Indonesai dan internasional akan membangun seribu shelter atau hunian tinggal sementara bagi para korban gempa sehingga dapat bertahan sementara waktu dari cuaca yang sudah memasuki musim dingin dan hujan. Hal itu ditandai dengan pembangunan dan penyerahan shelter pertama di lokasi pengungsian Benighat Nepal.

Shelter dengan bahan kayu dan rangka atap bambu, atap seng, dinding terpal dan berlantai semen ini dianggap cukup bagus oleh masyarakat karena layak huni untuk keluarga. Selama ini tenda pengungsian yang ada hanya terbuat dari bambu seadanya dan bercampur gabungan 4 sampai 5 Kepala Keluarga.

Subur Rojinawi, Rabu (20/5) Tim Pembangunan Shelter PKPU, mengatakan, meski hanya sebatas shelter tetapi warga pengungsi antusias banyak membantu pembangunannya seperti mengangkutan material pendukung. Karena transportasi terbatas dan cukup sulit menemukan material. Dan per shelter dapat dibangun hanya dengan biaya sekitar 400 USD.

Maulana, tokoh masyarakat sekaligus kepala Madrasah Benighat mengungkapkan rasa terima kasih kepada PKPU Indonesia yang telah memberikan kepedulian membantu warga Nepal. Dia berharap ada pembangunan shelter berikutnya karena masih banyak warga yang hidup di bawah tenda seadanya.

Presiden Direktur PKPU, H Agung Notowiguno mengatakan, bencana bumi Nepal termasuk yang menjadi perhatian penting PKPU. Sebanyak seribu unit shelter akan dibangun untuk para pengungsi korban gempa seiring dengan terus dilakukanya penghimpunan donasi dari Indonesia dan internasional.

Terkait gempa Nepal sendiri lanjut Agung, PKPU telah memberangkatkan tiga tim kemanusiaan dengan kekuatan 14 orang terdiri dari rescue 3, dokter 5, relawan 3, assasement dan logistik 2 dan media 1. Tim 1 dan 3 masih berada di Nepal untuk pendistribusian logistik dan pembangunan shelter.

Dari data resmi, selain Kahtmandu, kawasan Gorkha, sekitar 6 jam dari ibukota Khatmandu termasuk paling parah dengan tingkat kerusakan 90 persen dikarenakan selain dari pusat gempa dan tekstur bangunan rumah mereka hanya dari tumpukan batu dilapisi tanah merah. Daerah lainya terdampak gempa yaitu di Kathmandu, Sindupachouk, Sinduli, Dolakha dan Lalipur. (admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas