PKS Meminta Presiden Jokowi Berani Melepaskan Diri Dari Tekanan Partai Pendukungnya

Ketua DPP PKS

Ketua DPP PKS

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Partai Keadilan Sejahtera menyesalkan timbulnya kembali ketegangan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri. PKS menengarai kisruh ini berawal dari penunjukan Komisaris Jenderal (Pol) Budi Gunawan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo akibat pengaruh dari Ketua Umum PDI-P Megawati Sukarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. PKS meminta Jokowi berani melepaskan diri dari tekanan partai pendukungnya.

“Enggak usah takut dengan Megawati dan Surya Paloh, KIH, atau KMP. Takutlah hanya kepada Allah dan rakyat!” kata juru bicara PKS, Mardani Ali Sera, saat dihubungi, Senin (26/1/2015) siang.

Mardani tidak menyalahkan Megawati, Paloh, ataupun Budi Gunawan yang kini dijadikan tersangka oleh KPK. Menurut dia, wajar jika ada orang yang hendak menekan presiden. Yang jadi permasalahan adalah presiden itu sendiri karena tidak berani melepaskan diri dari tekanan yang ditujukan kepadanya.

“Yang salah, ya, Presiden. Saya tegaskan itu. Kekisruhan ini bermula dari Presiden,” ucap Mardani.

Mardani mengingatkan agar Jokowi meresapi kata-kata Presiden Amerika John F Kennedy, yakni apabila pengabdian kepada negara bermula, maka berakhirlah pengabdian kepada partai, golongan atau individu. “Jadilah presiden rakyat Indonesia dan yang diinginkan rakyat Indonesia adalah memberantas korupsi,” ujar Mardani.

Hubungan KPK dan Polri kembali memanas setelah KPK menetapkan calon tunggal kepala Polri, Komjen (Pol) Budi Gunawan, sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi. Tak lama setelah itu, Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, dan menjadikannya sebagai tersangka atas dugaan memerintah saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa pemilihan kepal adaerah Kota Waringin Barat di Mahkamah Kontsitusi pada 2010.
(ihsanuddin/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*