PMI SUMBAR KIRIM MOBIL TANGKI AIR BERSIH KE ACEH

Bantu Korban Gempa Aceh, PMI Sumbar Kirim Mobil Tangki dan Buat Donasi kemanusian serta Buka Posko Penyaluran Bantuan Gempa

Bantu Korban Gempa Aceh, PMI Sumbar Kirim Mobil Tangki dan Buat Donasi kemanusian serta Buka Posko Penyaluran Bantuan Gempa

Advertisements

Padang,PADANG-TODAY.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat mengirimkan mobil tangki air bersih  untuk warga Aceh yang terdampak musibah gempa.

“Meringankan beban derita korban gempa  bencana gempa bumi tektonik melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh soal air bersih, PMI Sumbar rencana kirim tiga unit mobil tangki air bersih,”kata Sekretaris PMI Sumbar, Sultani Wirman di Padang.

Mobil tangki air bersih sudah standby untuk mengirimkan bantuan ke Pidie Jaya, karena sangat dibutuhkan korban bencana. Mobil tangki air bersih dikirikim ke Aceh berisi kapasitas 5.000 liter. Biasanya yang dibutuhkan tangki air untuk membawa air bersih bagi korban gempa. “Mudah-mudahan truk tangki air ini nantinya bisa digunakan untuk minum, shalat, mandi dan lainnya,”ujar Sultani Wirman.

Ia mengatakan,PMI Sumbar selain mengirimkan mobil tangki air bersih, juga bakal mengirimkan relawan bantu evakuasi korban gempa.

“Relawan sudah disiagakan untuk dikirim ke Aceh bantu evakuasi korban gempa,”katanya.

Disamping itu tambah Sultani Wirman PMI telah membuka posko penyaluran bantuan gempa//Masyarakat Sumbar memberikan bantuan dapat menyalurkan ke PMI. “Bantuan dari donatur langsung di kirim pada korban gempa Aceh//Bantuan diupayakan dapat sampai ke lokasi bencana,”ungkapnya.

Sementara itu tempat terpisah, Kepala Markas PMI Sumbar, Hidayat membenarkan mengirimkan mobil tangki air bersih ke Aceh.

“Saat ini mobil tersebut sedangkan dilakukan pengecekan sebelum dibawa ke Aceh, mudah-mudahan secepatnya mobil tersebut dapat dibawa,”katanya.

Ia mengjelaskan, sementara itu tambah Hidayat, PMI telah buka posko penyaluran bantuan kemanusian di jalan Sisingamaraja No.34 Padang serta buka donasi kemanusian korban gempa Aceh dengan nomor rekening 777.0120.777 atas nama Donasi Gempa Aceh PMI Sumbar.

“PMI membuka posko agar masyarakat Sumbar dapat menyalurkan bantuan kepada korban gempa Aceh,”katanya.

Bantuan kemanusian dari masyarakat Sumbar segera disalurkan untuk membantu korban yang terkena gempa di Aceh. “PMI Sumbar ikut prihatian atas musibah gempa terjadi di Aceh, Gempa yang melanda Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie hingga saat ini telah menelan puluhan korban jiwa dan korban luka-luka. Sementara di Aceh telah juga di dirikan posko bantuan bagi korban gempa,”jelas Hidayat.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang Aceh sekitar Pukul 05.03 WIB, Rabu (7/12).Berdasarkan informasi yang didapat dari situs BMKG. Pusat gempa berada pada 5.19 LU dan 96.36 BT, atau tepatnya terletak pada kedalaman 10 Km Timur Laut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Berdasarkan laporan dari BPBA Aceh dan BPBD Pidie Jayaata di pencatatan Pusat  hingga Kamis (8/12) pukul 09.00 Wib jumlah korban 102 orang tewas, 700-an luka-luka dan 3.267 masyarakat mengungsi akibat gempa 6.5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireueun. Banyaknya masyarakat yang mengungsi dikarenakan rumah mereka mengalami kerusakan dan sebagian besar tidak mungkin lagi untuk ditempati.

Kerusakan akibat gempa ini tercatat 105 ruko roboh, 19 ruko rusak berat, 5 ruko rusak ringan, 429 rumah rusak (348 rusak berat, 42 rusak sedang, 39 rusak ringan), 14 Masjid rusak berat, 6 unit Musholah/meunasah rusak, 1 unit bangunan  RSUD Pidie rusak berat, 1 unit bangunan Kampus STAI AL-Azziziyah Mudi Mesra Roboh, 3 unit bangunan pesantren rusak.

Pada Rabu (7/12) Gubernur Aceh telah mengeluarkan status tanggap darurat bencana skala provinsi selama 14 hari dari 7-20 Desember 2016. Penetapan status darurat skala provinsi di karenakan dampak gempa yang terjadi di 3 Kabupetan yaitu Pidie Jaya, Bireun dan Pidie. Dalam masa tanggap darurat ini dilakukan kegiatan-kegiatan antara lain (1)  Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya, (2) Penentuan status keadaan darurat bencana, (3) Penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang terkena bencana, (4) Pemenuhan kebutuhan dasar, (5) Perlindungan terhadap kelompok rentan, dan (6) Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital. (*der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*