PMII Kota Pariaman Targetkan Ada Kader di Semua Kampus

Pariaman,PADANGTODAY.COM -Pergantian tahun baru hijriah harus dimaknai dengan perpindahan ke arah yang lebih baik. Untuk itu, setiap kader PMII Kota Pariaman dituntut menyiapkan diri dengan bekal ilmu pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang berlandaskan ahlussunnah waljamaah.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Satria Effendi, Jumat (24/10/2014), pada tabligh akbar menyambut tahun baru hijriah 1 Muharram, di sekretariat PMII Kota Pariaman.

Menurut Satria Effendi, ke depan kader PMII Kota Pariaman mampu mengisi ruang-ruang kosong di masyarakat yang belum diisi. Baik pada ranah akademis, politisi, pengusaha dan sebagainya.

“Karena ruang kosong di negeri ini masih banyak. Harus diakui, saat ini kader PMII masih dominan di kampus agama. Ini terbukti alumni PMII yang menjadi pimpinan di perguruan tinggi non agama masih sangat langka,” kata Satria mahasiswa Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Dikatakan Satria, PMII Kota Pariaman sendiri sedang menggagas seluruh kampus di Pariaman ada PMII-nya. Kini PMII sudah eksis di STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar. Target ke depan PMII sudah ada di kampus kesehatan (Akbid dan STIKES).

“Dari target tersebut, kita akan kembangkan pola  PMII ke depan tidak hanya menguasai bidang agama. Tetapi juga memiliki kader di sektor lain yang ada di masyarakat,” tambah Satria.

Tablig akbar dihadiri Sekretaris Umum PKC PMII Sumbar Idris, Ketua Mabincab PMII Pariaman Ory Sativa, Ketua Umum PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi Indra Saputra, Ketua Komisariat PMII STIT SB Rozi Yardinal, Ketua Komisariat PMII STIE Sumbar Iqbal. Tausyiah disampaikan Rizen Al-Aziz Tuanku Kuning, S.Pd.I, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapung VII Koto Sungai Sarik, Padangpariaman.

Ketua Panitia Tabligh Akbar Joni Putra menyebutkan, tema tabligh akbar adalah persiapkan diri untuk suatu perubahan. Tabligh akbar selain memahami makna hijriah, juga meningkatkan silaturrahmi sesama kader PMII, khususnya di Pariaman.

“Sebagai kader PMII yang berpahamkan Islam, kita harus memberikan makna penyambutan tahun baru 1 Muharram yang jatuh pada Sabtu (25/10/2014) ini. Jangan penyambutan tahun baru Masehi diselenggarakan meriah. Seharusnya  tahun baru hijriah ini yang harus dimaknai dengan berbagai kegiatan yang bernuansa Islami,” tambah Joni mahasiswa semester satu STIT SB. (can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas