Polda Sumbar Dapat Kado, Putra Anak Petani Meraih Bintang Adhi Makayasa Akpol

    Padang-today.com – Muhammad Idris putra kelahiran Jorong Mudiak Lawe, Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, Sumbar menjadi taruna lulusan terbaik pendidikan akademi kepolisian (Akpol) 2019.

   Muhammad Idris anak dari pasangan Dasril dan Elfamairi (alm) merupakan petani di Jorong Mudiak Lawe, Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok Selatan.

“Muhammad Idris dari Polda Sumbar berhasil mendapatkan Adhi Makayasa, ini merupakan kado HUT Bhayangkara di dapat Polda Sumbar,”kata Kabid.Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi.

    Ia menjelaskan, Muhammad Idris lulus tes dari Polda Sumbar bersama 14 orang calon taruna Akpol.

“Muhammad Idris berangkat bersama 14 orang calon taruna Akpol, dari lima orang calon taruna Akpol tersebut ternyata Muhammad Idris penghargaan bintang Adhi Makayasa,”ungkap dia.

Sudah dua kali dari Polda Sumbar meraih penghargaan bintang Adhi Makayasa pertama diraih Doly Septian, menjadi lulusan terbaik tamatan Akademi Kepolisian (Akpol) 2018, dan meraih penghargaan berupa Adhimakayasa dari Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D, yang diserahkan pada wisuda Akpol dan Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Tingkat IV Angkatan 49 Batalyon Prawira Hirya, bertempat di Auditorium Cendrawasih, Akpol Semarang, Senin tanggal 9 Juli 2018.

“Namun sekarang ini meriah penghargan bintang Adhi Makayasa juga atas nama Muhammad Idris,”jelas Syamsi.

Syamsi menyatakan dua kalinya Polda Sumbar meraih penghargaan bintang Adhi Makayasa ini membuktikan tidak namanya main backing atau minta uang dari calon taruna Akpol.

“Seleksi penerimaan calon taruna Akpol mulai tingkatan di Polda Sumbar cukup ketat dan bersih,akuntabel, guna mencari calon taruna terbaik dari Sumbar untuk menjalani pendidikan Akpol,”katanya.

    Seleksi penerimaan untuk tingkatan SMA sederajat di Polda Sumbar diawasi internal dan eksternal, dari internal Polda yakni Irwasda, Propam sedangkan dari eksternal yakni Ombusman, IDI, KAN, Akademisi, wartawan.

“Hal ini dilakukan panitia seleksi guna mencegah kecurangan dalam seleksi penerimaan calon taruna Akpol,”pungkas Syamsi.

Sementara itu tempat terpisah Dasrial orang tua Muhammad Idris menyatakan, tidak mengira anak menjadi lulusan terbaik pendidikan Akpol.

“Saya seorang petani sangat terkejut sang buah hati bernama Muhammad Idris menjadi lulusan terbaik pendidikan Akpol mendapatkan penghargaan bintang Adhi Makayasa,”katanya.

    Dapat informasi dari sang anak pada Senen lulus pendidikan Akpol mendapatkan penghargaan bintang Adhi Makayasa.

“Alhamdulillah sang buah lulus dengan nilai tertinggi lulusan pendidikan Akpol,”ujar Dasrial.

Ia menjelaskan, Muhammad Idris sebelum berkeinginan untuk menjadi dokter setelah menamatkan pendidikan di MAN Muara Labuh kab.Solok Selatan, karena untuk memasukan di fakultas kedokteran butuh biaya besar terpaksa impian jadi dokter dibatalkan.

Sang kakak bernama Vinayati meminta agar Muhammad Idris masuk aja di Akpol kebetulan ada penerimaan calon taruna Akpol. Mendengar Muhammad Idris masuk calon taruna Akpol sempat bilang sama idris, dari mana uang untuk masuk akpol. Ada orang bilang untuk masuk Akpol harus bayar sekitar puluhan juta. Idris tak berkecil hati dan berusaha membuktikan jika ia mampu menjadi polisi.

   Namun kenyataannya sang buah hati lulus calon taruna Akpol bahkan setelah lulus pendidikan Akpol menjadi lulusan terbaik mendapatkan penghargaan bintang Adhi Makayasa.

    Dasrial menambahkan sang buah hati (Muhammad Idris) sejak awal pendidikan mulai jenjang pendidikan MIN hingga MAN selalu mendapat nilai terbaik juga selalu mendapatkan beasiswa.

    “Alhamdulillah Muhammad Idris kembali membahagian keluarga dimana menjadi lulusan pendidikan Akpol mendapatkan penghargaan bintang Adhi Makayasa,”imbuhnya.

Adhi Makayasa adalah penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian, yaitu Matra Darat (dari Akademi Militer Magelang), Matra Laut (dari Akademi Angkatan Laut Surabaya), Matra Udara (dari Akademi Angkatan Udara Yogyakarta), dan Matra Kepolisian (dari Akademi Kepolisian Semarang.

Penerima penghargaan ini adalah mereka yang secara seimbang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tiga aspek: akademis, jasmani, dan kepribadian (mental). Penganugerahan Adhi Makayasa secara langsung diberikan oleh Presiden Republik Indonesia (atau perwakilan atas nama Presiden).

Berikut profil singkat Muhammad Idris

Nama : Muhammad Idris.
Jabatan korp : kalemustar.
TTL : Mudik Lawe/ 8 juli 1996.
Agama/Suku : Islam/Minang.
Asal sekolah : MAN Muara Labuh kab.Solok Selatan

Orang tua
Ayah : Dasrial
Ibu : Elfamairi (alm)

Pekerjaan : Petani
Asal : Jorong Mudiak Lawe Kec.Sungai Pagu Kab.Solok Selatan Prov.Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas