Polres Demak Memonitor Gerakan ISIS di Demak Secara Ketat

Ilustrasi

Ilustrasi

Advertisements

Demak, PADANGTODAY.COM-Polres Demak memonitor gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Demak secara ketat. Ini dilakukan setelah ditemukannya sejumlah simbol yang mengarah pada aktivitas kelompok teroris tersebut.

Di antaranya, telah ditemukan sejumlah dokumen yang dicurigai sebagai embrio perekrutan ISIS. Dokumen tersebut berada di tangan K, seorang PNS asal Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, yang bekerja di Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, Polres Demak juga meminta keterangan dari S, seorang tukang batu asal Sayung yang ketahuan memajang simbol ISIS. Akan tetapi, karena tak terbuki menjadi bagian dari kelompok radikal tersebut, maka si tukang batu dilepas. Dia mengaku hanya ikut-ikutan dan sekedar untuk seru-seruan akibat begitu banyaknya pemberitaan tentang ISIS.

Selain PNS dan tukang batu, seorang mahasiswa berinisial SR, juga diduga menjadi simpatisan ISIS.

Kapolres Demak AKBP Setijo Nugroho mengatakan, pihaknya akan terus memantau wilayah yang rawan menjadi sasaran rekruitmen ISIS. Wilayah tersebut di antarnya Sayung, Dempet, Bonang dan Wedung.

“Biasanya warga yang dicurigai memiliki hubungan dengan ISIS terlihat dari perilakunya yang berubah drastis. Mulai dari penampilan sampai mengasingkan diri dari lingkungan sekitarnya,” kata Setijo, Senin (30/3/2015).

“Kami minta warga peka terhadap lingkungan sekitar, untuk membatasi ruang gerak ISIS yang pahamnya dapat memecah belah persatuan bangsa. Kalau ada warga yang berperilaku aneh dan gerak geriknya mencurigakan, laporkan ke aparat, bila perlu langsung lapor saya,” ucap dia.

Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak, menyatakan sikap menolak paham kelompok radikal Islamic State (ISIS) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Demak. Mereka mengatakan bahwa gerakan radikal ISIS sangat bertentangan dengan Islam.

Komandan Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Demak, Mustain, mengatakan, ajaran ISIS bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Sehingga apabila paham tersebut dibiarkan berkembang di Indonesia, dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Bahaya ISIS harus kita cegah sejak dini. Banser Demak siap berperang dan mengangkat pedang melawan ISIS,” kata Mustain. “Perang melawan ISIS adalah jihad. Ini harga mati dan tidak bisa ditawar lagi,” ujar dia.

(aw/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*