Polres Kota Pariaman Berhasil Ungkap Delapan Kasus Judi

Pariaman, PADANG-TODAY.com-Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), hingga awal Mei 2015 berhasil mengungkap delapan kasus judi di wilayah hukumnya. Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Pariaman di ruang kerjanya, Senin (11/5) beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Hidup Mulia kepada www.Padang-today.com mengatakan, sejalan dengan program 100 hari kerja Kapolri baru untuk memberantas Penyakit Masyarakat (Pekat). Polres Kota Pariaman terus mengadakan berbagai operasi terkait Pekat, terutama menjelang bulan Ramadhan agar Kota Pariaman bersih dari segala kegiatan yang bertentangan dengan nilai dan norma.

Dijelaskan, pada 2014 tercatat 11 kasus judi di daerah itu, kemudian 2015 hingga awal Mei sudah tercatat delapan kasus. Terakhir tadi pada pukul 14.15 kita berhasil meringkus agen togel di daerah Ujuang Batuang, Kecamatan Pariaman Tengah inisial “DE” yang juga warga daerah itu.
Tersangka “DE” tambahnya, ditangkap di salah satu warung di daerah tersebut, saat ditangkap DE tidak melakukan perlawanan kepada aparat kepolisian.

” Saat ditangkap, ia sempat membuang telepon genggam miliknya yang digunakan untuk menjalankan aksinya,” tukuknya.

Lanjutnya, barang bukti yang berhasil diamankan satu unit hanphone genggam, uang sejumlah Rp 105.000 dan satu rekap kertas judi togel.

Sambungnya, sebelumnya kita mendapat laporan dari warga setempat yang menyebutkan adanya kegiatan judi togel di daerah itu, maka dari itu kita langsung menurunkan anggota untuk memastikan laporan tersebut.

Ia menerangkan, pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.

Ia menyebutkan, penagkapan tersebut juga sejalan dengan program 100 hari kerja Kapolri baru untuk memberantas Penyakit Masyarakat (Pekat).

” Kita akan terus mengadakan berbagai operasi terkait Pekat, terutama menjelang bulan ramadhan agar Kota Pariaman bersih dari segala kegiatan yang bertentangan dengan nilai dan norma,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaku saat diwawancarai mengaku perbuatan yang dilakukanya guna menambah pendapatan ekonomi keluarganya.

” Saya terpaksa melakukan ini karena pekerjaan sebagai tukang ojek saja tidak mencukupi kebutuhan keluarga,” kata pelaku.

Ayah tiga orang anak ini mengaku telah menjalankan perbuatan tidak terpuji itu selama lima bulan terakhir.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas