Posluhdes Dukung Terwujudnya one village one community

Padang-today.com___Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) mendukung terwujudnya program one village one community. Artinya, satu desa akan memiliki satu komunitas untuk tanaman pertanian yang mereka kelola.

Untuk Kota Pariaman sendiri sudah terbentuk sebanyak  71 Posluhdes dan Posluhkel dengan tujuan kelembagaan non struktural yang akan merencanakan program dibidang pertanian yang sesuai dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di desa/kelurahan.

Kepala UPT-BPP (Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pariaman, Mulyadi mengatakan bahwa  Posluhdes itu sendiri merupakan ujung tombak pengembangan kelembagaan penyuluhan pertanian karena lokasinya berada di desa/kelurahan.

“UPT-BPP Dinas Pertanian dan Pangan telah mengadakan pembekalan kepada pengurus Posluhdes untuk tiap-tiap kecamatan yang ada di Kota Pariaman. Pembekalan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan eksistensi pengurus dalam menyusun kegiatan dan program penyuluhan pertanian di tingkat desa/kelurahan serta memudahkan penyuluh dalam menginventarisir permasalahan petani dilapangan”, ungkapnya ketika ditemui di kantornya, Senin 16/7.

Katanya, pihaknya terus menggandeng perangkat desa dan kelurahan untuk dapat menganggarkan sedikit dananya ke kegiatan pertanian.

“Dari 55 desa di Kota Pariaman baru 17 desa  yang mau memfasilitasi kegiatan posluhdes ini dengan menggunakan dana  desanya, mudah-mudahan desa-desa yang lain mau melirik peluang ini”, harapnya.

Beberapa desa dan kelurahan, kata dia, seperti Desa Pakasai Kecamatan Pariaman Timur telah kita bantu dengan 200 bibit nangka mini dan hasil panennya nanti kita harapkan akan diolah menjadi keripik nangka.

Kemudian, Desa Apa Kecamatan Pariaman Selatan sudah ada 250 rumpun tanaman lidah buaya yang akan diolah menjadi nata de aloe vera.

Sedangkan di Kecamatan Pariaman Tengah sudah ditanam jahe di Desa Pauhtimur  yang nantinya akan diolah menjadi permen jahe.

Begitu juga dengan Kelurahan Ujungbatuang, jalankerata dan taratak akan kami jadikan sebagai kawasan tanaman buah lengkeng dan mangga.

Dikatakan, dari hasil produk pertanian one village one community tersebut sebelum dilempar kepasaran, tentu saja harus diurus dahulu PIRT nya, yang bekerja sama dengan Dinas Perindagkop untuk kemasan dan pemasarannya , Dinas kesehatan untuk higienisnya dan sebagainya.

“Kalau semua itu sudah sikron barulah produk tersebut akan dipasarkan  ke Bumdes atau ke tempat lainnya sehingga menambah pendapatan masyarakat desa”, tandasnya menghakiri (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas