Postingan Warganet Tentang Penegakan Hukum Hilang, Ini alasannya

 

Akun Facebook Reni Susanti, beberapa waktu sempat viral di Tanah Datar karena mengkritik masalah keamanan dan tentang pungutan di kawasan pasar Kota Batusangkar

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Kecewa, kesal mungkin itu dirasakan seorang warganet sehingga akun facebook warga Kota Batusangkar bernama Reni Susanti, memposting rasa kekesalannya terhadap keamanan dan penegakan hukum di sekitar pasar Kota Batusangkar.

Postingan akun facebook Reni Susanti yang dibuat pada Jumat (22/12/17) lalu sekitar pukul 13.50 WIB sempat menjadi berita hangat di beberapa media tersebut, karena menandai (tag) pimpinan daerah dan pihak keamanan itu tiba tiba hilang dari dinding facebook Reni Susanti dan menjadi pertanyaan bagi media dan masyarakat di Tanah Datar.

Dari ungahan yang sempat di screnshoot media ini, terlihat foto bukti laporan polisi tentang pencurian yang dialami oleh Reni Susanti. Dan foto surat pernyataan yang ditanda tangani oleh beberapa orang warga dan berisikan masalah kemanan karena disebutkan jika mereka keberatan membayar uang ronda sebesar Rp 30 ribu per petak toko per bulannya.

Salah seorang pedagang pasar Kota Batusangkar di kawasan Jati yang engan ditulis namanya mengatakan jika postingan seperti itu masih dalam kewajaran, tidak terlalu frontal dan hanya menanyakan fungsi dari pihak pihak yang bertangung jawab.

“Sebagai rakyat kecil kami hanya bisa mengadu ke bapak bapak polisi, pemda dan bapak juga. Tapi jika suatu hal yang dialami oleh rakyat biasa dan butuh perlindungan hukum yang pasti kemana kami mengadu?,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik akun facebook Reni Susanti yang sempat dihubungi padang-today.com membenarkan jika postingan itu sudah dihapus di facebook miliknya.

Ia mengaku tidak ada intimidasi dan tekanan dari pihak manapun, hanya sebuah inisiatif karena permasalahan yang ia hadapi dan pedagang sekitar sudah di tindak lanjuti.

“Laporan saya sedang di proses, Alhamdulillah media sangat membantu bagi kami dalam menyelesaikan masalah, buktinya sudah ada postingan di sosmed baru pihak terkait bekerja, kalo tidak entah apa jadinya laporan kami,” tulis Reni Susanti menjawab pertanyaan padang-today.com.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*