Pramusaji Rumah Dinas Bupati Agam di Pecat Secara Sepihak

 

AGAM, PADANGTODAY.com-Sungguh sangat memiriskan nasib seorang pramusaji yang telah 2 tahun mengabdi mengurus urusan rumah tangga Bupati Agam. Seperti yang dialami oleh Vica Afriyeni (21) salah seorang pegawai kontrak pembantu rumah tangga di rumah dinas Bupati Agam, dipecat secara sepihak.

Saat padangtoday.com menyambangi kediaman Vica di Jorong Sangkir Kenagarian Garagahan Kecamatan Lubukbasung, Selasa (28/10) pagi, Vica tampak murung meratapi nasib yang dialaminya saat ini.

Ketika Padangtoday.com mewawancarai gadis bertubuh bongsor tersebut, dia tak kuasa membendung air mata yang mengucur deras dipipinya. Kepada wartawan, Vica bercerita bahwa ketika itu dia meminta izin kepada Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Pemkab Agam, Eri Sofyar terkait izin nya cuti ke jakarta untuk bertemu orang tuanya, kemudian Kasubag tersebut memberikan izin secara lisan.

“Pada waktu itu saya meminta izin cuti seminggu kepada pak Heri, kemudian kata beliau pergilah saya berikan kamu izin cuti. Sekembalinya dari Jakarta, saya dipanggil oleh Kabag Umum Pak Refdinal untuk menjelaskan perihal keberangkatan saya ke Jakarta yang dianggap oleh Bagian Umum Pemkab Agam tanpa izin” ujar Vica sambil menyapu air mata yang membasahi pipinya.

Vica menambahkan, bahwa dia sebelumnya tidak pernah izin untuk cuti, namun sekali ini izin cuti langsung bermasalah, padahal dirinya sudah meminta izin untuk cuti kepada Kasubag di Rumah Dinas Bupati dan mendapatkan izin untuk cuti.

“Sejak tahun 2012 saya mulai bekerja, tidak pernah meminta izin cuti, tapi sekarang saya minta izin malah langsung di pecat” tambahnya diiringi isak tangis.

Menurut Vica, alasan dirinya diberhentikan secara sepihak karna kesalahannya cuti kerja selama seminggu dianggap sudah sangat fatal dimata para pejabat dilingkungan Pemkab Agam.

“Setelah saya dipanggil untuk menghadap pejabat yang terkait, mereka mengatakan. Bahwa saya sudah melanggar disiplin kerja, padahal kalaupun saya melanggar disiplin kan masih bisa diberikan teguran atau sanksi, kenapa langsung di pecat, dimana letak keadilan di Negeri ini?, sedangkan kontrak kerja saya masih sampai bulan Desember nanti, tetapi saya dipecat sejak tanggal 22 Oktober kemarin ” ungkap Vika dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.

Saat ini Vica hanya berdiam diri dirumah tanpa ada pekerjaan yang jelas, sementara dia sangat membutuhkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga di Rumdin Bupati yang digaji perbulan Rp 1,1 juta untuk menopang kehidupannya dan membantu orang tua.

Begitulah gambaran di Kabupaten yang katanya Mandiri, Berprestasi yang Madani, dimana Para Pejabat tinggi yang berbuat kesalahan, tetapi masih dibela dan dipelihara, sedangkan pegawai kecil yang melakukan pelanggaran langsung di tindas.(dil/martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*