DPRD Kota Padang Masuki Masa Sidang II Tahun 2019

Suasna sidang Paripurna di DPRD Kota Padang

Padang-today – Bertepatan dengan kondisi usai Pemilu 2019, Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang tentang Tutup Masa Sidang I dan Buka Masa Sidang II Tahun 2019 digelar baru-baru ini. Paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti.

Ketua DPRD menjelaskan bahwa untuk Masa Sidang I, periode berlangsung mulai dari Januari hingga April tahun ini.

“Pembukaan Masa Sidang II mulai dari Mei hingga Agustus nanti,” sebutnya.

Dalam paripurna juga disusun agenda Kedewanan untuk Masa Sidang II tahun 2019. Selain itu, dilakukan juga penyerahan laporan hasil kunjungan kerja komisi-komisi DPRD Kota Padang pada masa sidang I tahun 2019 kepada Ketua DPRD Kota Padang.

Laporan hasil reses yang dilakukan para anggota Dewan juga tak ketinggal diberikan kepada Walikota Padang, yang saat itu diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Padang, yang diwakili Sekdako, menyampaikan apresiasi terkait berhasilnya Kota Padang menyelenggara pesta demokrasi tahun ini dengan baik. Dalam rapat yang dihadiri Sekretaris DPRD Padang Syahrul, para Wakil Ketua DPRD Kota Padang, para anggota DPRD Padang, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang tersebut, disampaikan harapan agar semua pihak menjaga kondisi kondusif demi kelangsungan pembangunan di Kota Padang.

“Kita telah menyepakati 23 ranperda dengan rincian 16 ranperda dari Pemko Padang dan tujuh ranperda inisiatif DPRD.Empat bulan telah dilalui di tahun 2019 dan sekarang sudah memasuki triwulan II untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan pemerintahan di Kota Padang,” tutur Amasrul.

Disebutkan juga bahwa dalam rangka menyelenggarakan fungsi kedewanan di bidang legislasi pada 13 November 2018 lalu, DPRD Kota Padang telah menetapkan program pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tahun 2019.

“Alhamdulillah, Pemko dan DPRD Padang telah menetapkan 23 Rancangan Perda (Ranperda). 16 Ranperda dari Pemko Padang dan tujuh Ranperda berasal dari inisiatif DPRD,” ujar Amasrul lagi.

Sekdako juga menyinggung perihal tindak lanjut Ranperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang pernah diajukan Pemko Padang pada 21 Juli 2017 lalu. Meski telah dilakukan pembahasan dan studi banding ke daerah lain namun sampai saat ini belum jelas tindak lanjutnya.

“Ranperda ini sangat penting bagi kita di Kota Padang karena merupakan salah satu langkah strategis Pemko Padang dalam upaya pembatasan terhadap pembatasan pemasangan iklan rokok, tempat merokok dan pembatasan penjualan produk rokok terhadap anak di bawah umur yang dapat memberikan dampak negatif kepada generasi muda penerus bangsa. Kami sangat berharap kiranya Ranperda tersebut bisa dituntaskan sesegera mungkin,” katanya.

Ditambahkan, Pemko Padang telah menyampaikan tiga Ranperda pada Januari kemarin, yaitu tentang pembangunan kepemudaan, izin usaha industri kecil dan menengah, dan tentang PDAM Kota Padang.

Menurut dia, ketiga Ranperda ini sudah dibahas dengan para stakeholder terkait. Pembahasan telah dilakukan untuk dua Ranperda, yaitu tentang pembangunan kepemudaan dan tentang PDAM Kota Padang.

“Ranperda satu lagi tentang pembangunan kepemudaan, izin usaha industri kecil dan menengah sampai saat ini belum dilakukan pembahasan,” sebut Amasrul.

Dengan dimasukinya Masa Sidang II, Sekdako menyebutkan, Pemko Padang berharap agar tugas dan fungsi Kedewanan bisa berjalan dengan baik. Dampak signifikan diharapkan tercipta bagi pembangunan Kota Padang.

“Juga demi terwujudnya rencana kerja yang telah ditetapkan,” pungkas Amasrul.(can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas