Presiden Jokowi Tarik Dubes Indonesia Untuk Brasil, Karena Masalah Kehormatan Negara

Presiden Brasil Dilma.

Presiden Brasil Dilma.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa penarikan Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Riyanto, adalah sebuah respons keras dari perlakuan tidak patut yang dilakukan Presiden Brasil Dilma Rousseff.

Menurut Jokowi, Dilma tidak sepatutnya menunda upacara penyerahan surat mandat Duta Besar RI untuk Brasil.

Jokowi mengaku mendapat informasi tentang insiden di Brasil dari Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pada Jumat (20/2/2015) malam. Pada saat itu juga, Jokowi memerintahkan agar Toto ditarik kembali ke Tanah Air.

“Masalah Brasil kenapa saya tarik (dubes), karena ini adalah masalah kehormatan negara, kehormatan bangsa. Kenapa saya tarik, karena buat saya itu masalah besar,” kata Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Jokowi mengaku dirinya tidak dapat menerima ketika proses hukum yang berlaku di Indonesia diintervensi oleh negara lain. Bagi Jokowi, hukum positif di Indonesia harus dihargai oleh semua pihak.

“Jangan ada yang intervensi masalah eksekusi mati karena itu adalah kedaulatan hukum kita, kedaulatan politik kita,” ujarnya.

Presiden Brasil Dilma Rousseff menunda secara mendadak penyerahan credential Duta Besar RI untuk Brasil kepada Toto. Pembatalan penyerahan tersebut terjadi pada saat Toto sudah berada di Istana Kepresidenan bersama dubes-dubes lain.

Hal ini terjadi di tengah pertentangan eksekusi seorang warga Brasil di Indonesia dan rencana hukuman mati warga kedua dalam waktu dekat. Dari enam terpidana yang dieksekusi mati pada Januari lalu, terdapat warga negara Brasil bernama Marco Archer.

Presiden mengaku sejauh ini pemerintah belum melihat ada pengaruh masalah penolakan ini dengan hubungan kerjasama Brasil dan Indonesia. Ia menyatakan Indonesia dan Brasil sudah menjalin beberapa kerjasama di bidang perekonomian. Terutama perdagangan.

(Indra akuntono/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*