Presiden Obama Anggap Surat Yang Dikirim Senator Partai Republik Ikut Mencampuri Perundingan Program Nuklir Dengan Iran

Presiden AS"Barrack Obama".

Presiden AS”Barrack Obama”.

Advertisements

Washington DC, PADANGTODAY.COM-Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengkritik sebuah surat yang dikirim 47 senator Partai Republik kepada pemerintah Iran. Obama menyebut tindakan itu mencampuri perundingan terkait program nuklir Iran yang tengah berlangsung.

Menurut Obama, ke-47 senator itu berupaya membentuk koalisi yang tidak biasa dengan sejumlah pemimpin Iran. “Saya pikir cukup ironis ketika sejumlah anggota Kongres ingin bekerja sama dengan tokoh garis keras di Iran. Koalisi itu tidak biasa,” kata Obama.

Bersama empat anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ditambah Jerman, AS berupaya membujuk Iran untuk menghentikan program nuklirnya. Sebagai ganti, sanksi-sanksi PBB terhadap Iran akan dikurangi.

Namun, menurut sejumlah anggota Kongres AS dari Partai Republik dan Partai Demokrat, langkah pemerintah AS menyangkut Iran harus mendapat persetujuan legislatif.

Atas dasar itu, sebanyak 47 senator mengirim surat kepada pemerintah Iran. Mereka mengingatkan bahwa perjanjian yang ditandatangani Obama tanpa persetujuan legislatif bisa saja dianulir presiden berikutnya.

“Presiden selanjutnya bisa mencabut kesepakatan eksekutif cukup dengan guratan pena. Kongres juga bisa memodifikasi rincian kesepakatan kapan saja,” sebut surat itu.

Para senator tidak lupa mengingatkan bahwa mereka masih menjabat sampai setelah masa jabatan Presiden Obama berakhir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tidak menganggap serius isi surat yang dikirim 47 senator dari Partai Republik AS. Dia menyebut surat itu tidak lebih dari aksi demi popularitas.

(BBC INDONESIA/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*