Pro dan Kontra Proyek Pelabuhan Cilamaya

Depo plumpang.

Depo plumpang.

Advertisements

PADANGTODAY.COM-Pro kontra proyek Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat disebut-sebut bakal mengganggu operasional blok migas Offshore North West Jawa (ONWJ) yang dikelola anak usaha PT Pertamina. Pemerintah pun mengalah dan memutuskan menggeser lokasi Pelabuhan sejauh 2,9 km ke arah barat.

Meski sudah digeser, VP Corporate Communication PT Pertamina Ali Mudakir menyatakan, keputusan itu tidak akan berdampak signifikan dan tetap mengganggu operasional blok migas.

“Itu tidak signifikan, karena untuk jalur pelayaran, 2,9 km itu masih sempit. Kapal untuk bermanuver perlu jarak 0,5-1 km,” ujar Ali di Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Ali menuturkan, terdapat pipa migas dasar laut milik PHE ONWJ dan anjungan minyak yang jumlahnya mencapai 200 unit di sekitar kawasan tersebut.

“Kalau kapal itu menyenggol fler-nya, itu bisa terbakar. Kalau tersenggol satu pipa, semua pipa akan terpengaruh,” ungkapnya.

Perusahaan minyak pelat merah itu mengaku bakal kehilangan pemasukan sebesar USD 12,3 miliar atau sekitar Rp 147,6 triliun jika blok migas ini terganggu.

“Produksi minyak di sana itu sekitar 40.000 barel per hari. Itu hal bukan kecil, bisa sampai 800.000 barel minyak, potensi ini jelas di depan mata. Kan lebih sulit mencari sumur minyak dibandingkan cari lokasi pelabuhan,” tandasnya.

(noe/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*