Program Operasi Katarak Massal, Gratis 63 Penderita Katarak

 Ketua KOMPAK, Alex Lincol, Ketua Perdami, dr. Heksan, Manager Keuangan Pelindo, Dudung Abdul Azis, Pemred Theoneradaxi, Paxalle, dan BM Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, saat meninjau pasien pasca operasi katarak.

Ketua KOMPAK, Alex Lincol, Ketua Perdami, dr. Heksan, Manager Keuangan Pelindo, Dudung Abdul Azis, Pemred Theoneradaxi, Paxalle, dan BM Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, saat meninjau pasien pasca operasi katarak.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Salah satu pasien Program Operasi Katarak Massal Gratis, Janius, mengirimkan pesan singkatnya kepada Ketua Panitia Program, Imam Nashroni, Minggu (16/11). Ungkapan terimakasih yang begitu besar serta kabar bahwa matanya dalam keadaan semakin baik menjadi isi dari pesan singkat tersebut. Dia baru saja sampai di kampung halaman Air Bangis Pasaman Barat. “Semoga mata saya bisa normal kembali seperti semula,” harapnya.

Program Opersi Katarak Massal Gratis yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Singgalang bekerja sama dengan PT. Sido Muncul, Perdami Sumbar, Pelindo II Padang, dan BKIM Sumbar, Jumat (14/11) lalu mengoperasi 63 pasien dari berbagai daerah di Sumbar. “Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, semua pasien cukup kooperati dalam menjalani prosedur pelaksanaan operasi,” tutur Ketua Panitia Program, Imam Nashroni.

Sementara itu Ketua KOMPAK, Alex Lincol, Ketua Perdami Sumbar, dr. Heksan, Manager Keuangan Pelindo, Dudung Abdul Azis, mengungkapkan hal yang senada. Ketiganya merasa haru atas pelaksanaan program tersebut. “Kepuasan adalah ketika para pasien sudah tertangani semua, memberi harapan baru atas kesembuhan mata mereka, ini bukti bakti kami,” tutur Ketua Perdami Sumbar, dr. Heksan.

Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, mengatakan ke-63 pasien ditangani langsung oleh para dokter spesialis mata dari Perdami Sumbar. “Kekhawatiran masyarakat akan pelaksanaan operasi gratis terjawab sudah, kesemua pasien dapat dilayani dengan maksimal baik saat pelaksanaan maupun saat kedatangan dan kepulangan,” paparnya.

Pasien dari luar daerah memang disediakan penginapan di Rumah Binaan, dijemput bagi mereka yang kesulitan transportasi. Proses kepulangan juga tetap dipandu oleh para panitia. “Ini bakti kami kepada masyarakat,” pungkas Imam Nashroni. (winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*