Progres Tender Kegiatan Pembangunan Masih Rendah

Padangpanjang, Padangtoday—Meski Walikota Padangpanjang telah mewanti-wanti penyegeraan proses tahapan pengerjaan kegiatan dan pembangunan fisik sejak awal pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Derah (APBD) 2016, ternyata tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Buktinya hingga awal Februari ini, hanya 6 paket kegiatan yang terealisasi dan proses lelang tender.

Masing-masing tiga paket kegiatan 2016 yang dilelang di akhir 2015 kemarin dan telah terealisasi yakni pengadaan makan dan minum pasien, makan dan minum petugas serta makan dan minum pegawai cleaning service pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangpanjang.

Sementara tiga paket kegiatan lainnya yang tengah menjalani proses lelang tender melalui UPTD Layanan Pengadaan (ULP), masing-masing master plant DED karakter di  Bukit Tui pada Dinas Porbudpar senilai Rp600 juta, belanja barang dan jasa konsultan pengawas pembangunan IGD RSUD Rp417,72 dan pembangunan selasar dan sentral oksigen RUSD Rp600 juta.

“Berarti yang telah selesai lelang tender tiga paket kegiatan 2016 yang dilaksanakan di akhir 2015 kemarin. Kemudian baru tiga paket lainnya, masing-masing satu kegiatan dari Porbudpar dan dua lainnya dari RSUD yang telah dilelang untuk pengerjaannya,” terang Kepala Tata Usaha (KTU) ULP, Andayani kepada Padangtoday tadi siang.

Sementara Kepala Bagian Administrasi Pembangunan di Skeretariat Kota (Setko) pada Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang, Syafril membenarkan informasi pihak ULP. Hingga saat ini masih banyak kegiatan yang belum bisa dilelang, karena belum lengkap syarat administrasi internal SKPD. Di antaranya Rencana Umum Pelelangan (RUP) berdasarkan DPA dari masing-masing SKPD.

Syafril mengatakan, RUP yang berdasarkan RKA sedikitnya terdapat kegiatan dari total 26 SKPD yang ada di lingkungan Pemko Padangpanjang dengan total pagu anggaran Rp240.455.000.000 dan 1.033 kegiatan swakelola dengan pagu anggaran Rp112.697.000.000.

“Namun jumlah kegiatan tersebut bisa saja berubah berdasarkan DPA, karena berkaitan dengan terjadinya pemangkasan anggaran sehingga bisa saja ada kegiatan yang dicoret dari perencanaan semula. Namun hingga saat ini kami belum menerima laporan dari masing-masing SKPD,” tutur Syafril di ruangan kerjanya sore kemarin.

Terpisah Kepala DPPKAD Kota Padangpanjang, Rusdianto menjawab terkait penerbitan Surat Keputusan (SK) Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) masing-masing SKPD telah ditandatangani Walikota. “Semua SK KPA telah ditandatangani Pak Wali. Namun untuk kejelasan berapa kegiatan yang telah masuk dan yang belum ke ULP, kami tidak mengetahui secara persis. Termasuk kendala yang dialami pun, itu berada pada SKPD masing-masing,” ujar Rusidanto melalui selulernya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas