Proses Kimiawi Hiperventilasi dan Pengobatannya Secara Islami

Oleh : Suheni Eriza, S.Pd

Guru MAN Lima Puluh Kota

 

Suheni Eriza, S.Pd

Suheni Eriza, S.Pd

Manusia sering kali merasa gelisah dan khawatir terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi. Bahkan yang lebih parah adalah sampai menganggu aktivitas kehidupan yang normal. Hal demikian sudah merupakan penyakit “cemas” yang menggangu penderitanya sehingga menimbulkan depresi. Rasa cemas merupakan suatu yang alami pada diri manusia, yang  berfungsi sebagai “rambu” pada taraf nomal. Akan tetapi jika kecemasan  sudah memasuki taraf tidak wajar hingga tingkat yang akut akan menjadikan pemikiran seseorang tidak dapat berfungsi secara normal. Kecemasan yang berlebihan inilah yang dapat menyebabkan Hiperventilasi

Hiperventilasi secara medis didefinisikan sebagai tindakan bernafas yang berlebihan atau menghirup dan menghembuskan nafas dengan cepat dan dangkal. Menurut KBBI hiperventilasi adalah pernafasan cepat atau dalam yang abnormal yang menyebabkan kekurangan  karbon dioksida dalam darah sehingga tekanan darah menurun, jari kesemutan dan kadang-kadang pingsan. Hiperventilasi juga diartikan sebagai ventilasi yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan pengeluaran karbon dioksida normal. Hal ini dapat diidentifikasi dengan memantau tekanan parsial CO2 arteri ,atau tegangan (PaCO2) yaitu lebih rendah dari angka normal (40 mmHg).  (Blogspot.com./2013/04/hiperventilasi/html)

Walaupun kecemasan bukanlah satu-satunya penyebab hiperventilasi, namun hal ini dapat mengakibatkan  ketidakseimbangan asam-basa dalam tubuh. Derajat keasaman merupakan parameter kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Pada kondisi normal, pH darah adalah  antara 7,35 – 7,45. Perubahan pH yang sangat kecilpun akan memberikan efek yang serius terhadap kerusakan organ-organ tubuh. Asidosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam sehingga pH darah turun, sementara Alkalosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung basa sehingga pH darah naik.

ASIDOSIS

7,35                     7,45

ALKALOSIS

Akibat ketidakseimbangan asam-basa dalam tubuh maka tubuh akan melakukan kompensasi dengan tiga cara antara lain:

  1. Meningkatkan ventilasi untuk membuang lebih banyak karbon dioksida dari tubuh. Karbon dioksida yang meningkat akan meningkatkan keasaman darah. Apabila PaO2 menurun dan CO2 meningkat maka badan korotis aorta peka terhadap perubahan keduanya sehingga meransang pengeluaran katekolamin untuk meransang medulla aorta, selanjutnya badan aorta dan neuron-neuron respirasi untuk meningkatkan fungsi respirasi
  2. Meningkatkan ekskresi ginjal dalam bentuk amonia. Ginjal dapat mengeliminasi kelebihan asam atau basa dari tubuh, walaupun ginjal relatif lebih lambat memberi respon dibandingkan larutan penyangga. Akan tetapi ginjal merupakan sistim pengaturan asam- basa yang paling kuat selama beberapa jam sampai beberapa hari.
  3. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH Suatu penyangga pH bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan. Penyangga yang paling penting dalam darah adalah bikarbonat. Bikarbonat adalah suatu komponen basa berada dalam kesetimbangan dengan karbon dioksida (suatu komponen asam). Jika lebih banyak asam yang masuk kedalam darah maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbon dioksida. Akan tetapi jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam  aliran darah maka akan dihasilkan banyak karbon dioksida dan sedikit bikarbonat.

Secara kimiawi, gas karbon dioksida (CO2) dalam darah akan berikatan dengan H2O menjadi H2CO3 yang dibantu oleh enzim karbonatanhidrase. Karena reaksi CO2 dan H2O menghasilkan H2CO3 merupakan ikatan yang reversibel dan mudah lepas menjadi H+  dan HCO3

Saat perubahan konsentrasi ion hidrogen, sistim penyangga cairan tubuh bekerja dalam waktu singkat. Sistem penyangga tidak mengeliminasi ion-ion hidrogen dari tubuh atau merubahnya kedalam tubuh, tetapi hanya menjaga agar mereka tetap terikat sampai kesetimbangan tercapai kembali. (dwiakira.blogspot.com/2011/05/fisiologi-kardiovaskuler)

Adapun gejala  terjadinya sindrom hiperventilasi diantaranya yaitu :

  • Parestesia, gejala yang sangat khas yaitu keluhan seperti kesemutan pada tangan dan kaki terutama pada jari-jarinya. Yang paling khas adalah jari-jari tangan pada penderita akan menguncup dan lentik. Sering juga penderita  mengeluhkan gatal, menggelitik di sekitar mulut, terutama pada bibir dan lidah.
  • Gejala-gejala sentral, sering kali terjadi gangguan-gangguan penglihatan, perasaan seperti melayang dan penglihatan kabur yang dikenal dengan blurry eyes. Penderita juga sering mengeluh bingung, sakit kepala dan pusing.
  • Keluhan pernapasan, biasanya penderita mengeluhkan sesak napas walaupun tanda hiperventilasinya tidak jelas. Tidak jarang ada takipnea, tetapi sering ditutupi dengan berulang-ulang menarik napas panjang, menguap dan mendengus, kadang-kadang dengan batuk kering terpotong-potong.
  • Keluhan jantung, hiperventilasi tidak jarang disertai dengan keluhan yang menyerupai angina pektoris.
  • Keluhan umum, seringkali penderita mengeluh tentang tangan dingin, hampir selalu merasa lelah, lemas, megantuk dan sangat sensitif terhadap cuaca.(tbmjanarduta.fkunud.com/sindrom-hiperventilasi/)

Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW. mengajarkan ilmu kesehatan secara holistik, yaitu pengobatan dengan menerapkan pendekatan jasmani dan rohani. Pendekatan rohani  (pengobatan spiritual ) yaitu obat dari ayat-ayat Alquran atau doa-doa Rasulullah, yang sasaran dan tujuannya adalah pengolahan/aktivitas spiritual untuk memperoleh Ridho Allah SWT dan syafaat Rasulullah SAW, sehingga berkenan memberikan kesembuhan melalui energi spiritual atau energi ilahiah yang bertugas dalam proses penyembuhan terhadap berbagai penyakit. Sebagaimana Allah Swt dalam Alquran surat Al-isra’ ayat 82  yang artinya:

“Dan Kami turunkan dari Alquran apa yang merupakan Syifa’ dan Rahmat bagi orang –orang beriman”

Sehubungan dengan seseorang yang mengalami hiperventilasi maka Rasulullah SAW mengajarkan cara mengatasi gangguan emosional ini dengan :

  1. Berzikir

Berzikir sambil bernafas secara teratur, agar pengeluaran gas karbondioksida (CO2) dari darah melalui proses metabolisme kembali normal. Sebagaimana dalam darah terdapat kesetimbangan reaksi :

CO2(g)  + H2(l)                                   H2CO3(aq)

H2CO3(aq)   +  H2O(l)                        HCO3(aq)  +  H3O+ (aq)

Dengan mengatur kecepatan  dan kedalaman pernafasan, maka pusat pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah dari menit ke menit. Semoga ini menyadarkan kita bahwa dengan berzikir tubuh dapat merespon pengeluaran gas karbon dioksida (CO2) secara teratur, sehingga kesetimbangan asam-basa dalam tubuh menjadi normal kembali.

Menurut ulama tafsir, yang masuk zikrullah, adalah melakukan shalat, membaca Alquran dan langsung menyebut Lailaha ilallah sebanyak-banyaknya. Hal ini dijelaskan Allah Swt. Dalam Alquran dengan ayat “ Dan carilah pertolongan, dengan berlaku sabar dan mengerjakan shalat ( QS.2: 45).

Istigfar yang sering dibaca Rasul “ Allahumma Anta rabbi. Lailaha illa Anta. Khalaqtani waana abduKa. Wa ana ala ahdiKa. Wa wa’diKa mastata’tu. Audzu biKa, min syarri ma shana’tu. Abuu laKa bini’ mati alayya. Waabuu bidzanbi. Fagfirli. fainnahu la yagfir al- dzunuba illa Anta.( Al-Azkar :347 ).

Apapun kegiatan yang dapat mengingatkan diri kepada Allah, maka hati akan menjadi lebih tenang.

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram“. (QS. Ar-Ra’d: 28)

  1. Tawakkal

Bertawakallah kepada Allah, karena hanya Allah lah tempat bersandar. Ketika hati sudah merasa ikhlas, sabar, menerima kenyataan, maka serahkanlah semua kepada Sang Maha Pencipta. Kita hanya manusia yang hanya bisa berharap, berusaha dan berdoa. Jika gagal, janganlah berputus asa, karena masih banyak nikmat Allah lainnya yang harus kita syukuri.

  1. Istirahat

Meluangkan waktu untuk beristirahat dari segala sesuatu yang melelahkan. Istirahat bukan melulu soal tidur, tetapi waktu untuk menenangkan pikiran. Banyak orang yang mengalami stres dikarenakan tidak memiliki cukup waktu untuk sekadar merasakan kelapangan pikiran. Manfaatkanlah sebagian waktu luang untuk beristirahat, InsyaAllah perasaan akan jauh lebih baik.

  1. Olahraga

Manfaat olahraga bukan hanya sekedar mengeluarkan racun dalam tubuh melalui keringat, tetapi juga ampuh menaikkan mood seseorang dalam memulai aktivitasnya di pagi hari. Lakukanlah gerakan-gerakan ringan di pagi hari seperti senam, jalan sehat, yoga, berenang dan olahraga lainnya agar mood lebih baik sehingga pikiranpun akan jauh lebih baik.

  1. Memotivasi diri sendiri

Semangat dari diri kita sendirilah yang sebenarnya dapat memperngaruhi kinerja otak dan pikiran. Jangan malas untuk memotivasi diri sendiri, percayalah bahwa dalam diri kita terdapat kekuatan dan kemampuan dalam mengatasi suatu hal dan permasalahan. Percaya bahwa Allah memberikan cobaan karena kita pantas dan layak untuk derajat yang lebih tinggi. Salah satu tanda Allah sayang dan peduli pada hamba-Nya yaitu dengan cara memberikan ujian. Jadi, bersabarlah dan ikhlas dalam menjalani kenyataan hidup.

  1. Berpikir positif

Berpikir positif adalah berprasangka baik, secara logis memandang sesuatau dari segi positifnya baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun keadan lingkungan. Berlawanan dengan berfikir negatif merupakan salah satu pemicu stres sehingga seseorang akan merasa was-was, tidak tenang, takut, mudah marah, putus asa, cemas yang berlebihan, merasa sendiri dan lain sebagainya. Pikiran negatif yang bersarang yang kemudian dimasukkan ke dalam hati sehingga dapat menimbulkan keresahan dan sakit hati atas keadaan yang menimpanya justru akan memperburuk keadaan dan memicu tingkat stres berat. Oleh karenanya, biasakanlah untuk berpikir positif agar pikiran lebih tenang, optimis, ringan dalam menyikapi sesuatu dan jauh dari prasangka buruk ( www catatan muslimah.com/2016/08)

Disamping  hal di atas, yang paling mendasar mengatasi gangguan emosional, adalah akidah dengan meyakini kebenaran ayat Alquran yang berbunyi Inna ma’al usri yusra ( Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Setelah kesulitan, ada kemudahan).. ( 94: 5-6 ), ( Disebutkan dua kali ), artinya satu kesulitan ada dua kemudahan. Untuk itu marilah kita selalu berfikir positif agar terhindar dari segala macam penyakit termasuk hiperventilasi Semoga bermanfaat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*