PSBB Diperlonggar, Padangpanjang Fokuskan Penertiban Titik Keramaian

Kapolres AKBP Apri Wibowo saat memberikan arahan penertiban dalam pelaksanaan pelonggaran PSBB hingga 7Juni mendatang.

Padangpanjang, TODAY–Menindaklanjuti keputusan pelonggaran PSBB dalam masa transisi menuju New Normal, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang bersama unsur Forkopimda dan OPD terkait mengadakan pertemuan di Gedung M.Syafe’i, Sabtu (30/5).

Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Kota (Sekko) Padangpajang Sonny Budaya Putra, AP, M.Si dan Kapolres Padangpanjang AKBP Apri Wibowo, S.I.K bersama jajaran, membahas tentang kebijakan yang akan dilakukan menuju transisi new normal usai berakhirnya perpanjangan PSBB pada 7 Juni mendatang.

Pada kesempatan itu, Sonny menyebut dalam penerapan PSBB transisi new normal itu terdapat beberapa kebijakan yang harus diikuti dan ditaati oleh masyarakat. Namun disisi kebijakan lainnya, diberlakukan kelonggaran pembatasan muatan transportasi, tempat ibadah, rumah makan maupun restorant.

Diantaranya untuk kendaraan roda dua pada PSBB memasuki masa transisi new normal, diperbolehkan dengan syarat pengendara maupun yang berbonceng wajib memakai masker. Operasional ojek juga telah diperbolehkan, dengan syarat penumpang harus membawa helm sendiri dan untuk angkutan umum masih tetap 50 persen, dengan penegasan penumpang diharuskan mencuci tangan.

“Demikian juga pada rumah makan dan restoran, harus menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk dan mengatur posisi duduk sesuai dengan protokol covid. Tidak hanya itu, pemilik dan pelayan restoran diwajibkan memakai masker dan sarung tangan,” ucap Sonny didampingi Kasat Pol PP Damkar, Albert Dewitra.

Selain itu pelonggaran dikatakan juga diberlakukan di tempat-tempat ibadah, dengan ketentuan bagi jamaah yang melaksanakan shalat diwajibkan memakai masker, membawa sajadah sendiri serta tetap menjaga jarak.

“Proses ini kami terapkan guna memberikan kebiasaan dan mendisiplinkan masyarakat untuk tetap taat dan patuh dengan kebijakan yang diberikan. Bagi masyarakat yang masih saja tidak menghiraukan atau tidak patuh, akan ada nanti sanksi yang mereka terima,” jelas Sonny.

Kasat Pol PP Damkar, Albert Dewitra mengatakan dalam penerapan PSBB menuju transisi new normal ini akan lebih menitikberatkan pada sentra keramaian. Selain dua kawasan pasar di kota sejuk itu, pengawasan juga akan dilakukan di taman kota, restoran dan cafe serta rumah ibadah.

“Dalam pelaksanaan di lapangan, akan dilakukan tim gabungan dari unsur TNI/Polri, Satpol PP dan Dishub serta instansi vertikal seperti Kejari, Kamenag dan MUI yang berjumlah sebanyak 80 personil,” terang Albert sembari menyebut posko penertiban terdapat di M Syafi’i dan Pasar Pusat.

Sementara Kapolres Apri Wibowo, menghimbau masyarakat seiring adanya pelonggaran pembatasan sosial, bukan berarti bisa bebas melakukan kegiatan tanpa mengindahkan kebijakan dan himbauan yang disampaikan. Tim akan tetap mendisiplinkan masyarakat yang tidak patuh, untuk mengantisipasi risiko buruk yang kemungkinan terjadi.

“Saya berharap kepada seluruh unsur terkait beserta dinas dan instansi untuk berkomitmen dalam penguatan penertiban serta penerapan protokol Covid di titik-titik yang berpotensi memicu keramaian,” tutur Apri. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas