PSBB Diperpanjang, Seluruh Toko Boleh Buka Hanya 9 Jam

Padangpanjang, TODAY–Pemerintah Kota Padangpanjang memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei mendatang, dengan sejumlah aturan yang diperbarui.
Aturan yang diberlakukan di pasar, pada PSBB 2 tahap sebelumnya hanya beberapa komoditi yang diperbolehkan berjualan, PSBB tahap ketiga ini seluruh komoditi diperbolehkan dibuka dengan masa aktivitas hanya selama 9 jam dari pagi hingga sore.
“Jam operasional pasar dibatasi dari jam 8.00 WIB – hingga jam 17.00 WIB sore, Malam hari semua toko harus ditutup. Pedagang harus memakai masker dan sarung tangan,” ungkap Walikota H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Selasa, (19/5).
Walikota Fadly Amran memutuskan hal tersebut setelah mendengarkan berbagai pandangan saat rapat Forkopimda di Aula Lantai III Balaikota Padangpanjang. Rapat digelar dengan tetap memperhatikan protap Covid 19.
“Perlu dipahami dalam PSBB kali ini, , kita dihadapkan kepada kondisi new normal. Yang biasanya kita berkumpul hingga jam 12 malam jelang Lebaran di pasar, sekarang tidak diperbolehkan dengan pembatasan yang diterapkan,” ungkap Wako Fadly.

Kemudian  untuk masjid dalam menyelenggarakan ibadah berjamaah masih belum diperbolehkan. Namun terkecuali untuk Sholat Jumat, diperbolehkan untuk kawasan tertentu dengan jaminan harus menjalankan protokol Covid 19.

Disampaikan Wako Fadly, dalam pelaksanaan hanya diperbolehkan bagi masjid yang berada di zona hijau. Sementara untuk masjid yang dilingkungan tersebut terdapat pasien positif Covid (zona merah), masih harus meniadakan shalat Jumat.

Selain itu juga ditegaskan dalam pelaksanaan bagi masjid di zona hijau, harus memastikan jamaah tersebut berasal dari sekitar masjid. Pengurus diminta untuk cermat memastikan jamaah tersebut merupakan dari sekitar mesjid, dengan membuatkan kartu dari RT setempat.

Pelaksanaan Shalat Jumat di zona hijau beberapa ketentuan yakni Jamaah berwuduk terlebih dahulu di rumah masing masing, membawa sajadah sendiri dan harus pakai masker serta sarung tangan.

“Pelaksanaan Sholat Jumat harus memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan sarung tangan,” lanjut Wako Fadly.

Terkait ketentuan kendaraan bermotor, aturan yang berlaku masih sama dengan penerapan PSBB pada dua tahap sebelumnya. Penumpang kendaraan hanya dibolehkan 50 persen. Mobil 3 orang dan motor 1 orang.

Tampak hadir, Wakil Walikota Padangpanjang Drs. Asrul, Ketua DPRD Mardiansyah, A.Md, Forkopimda Kota Padangpanjang beserta perwakilan dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Padangpanjang. (nfo/ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas