PSC Hadir di Padangpariaman

Kadis Kesehatan Aspinuddin bersama rombongan dalam rangka kaji banding ke Puskesmas Blahbatu II Kab. Gianyar, Bali, Rabu (7/12)

Kadis Kesehatan Aspinuddin bersama rombongan dalam rangka kaji banding ke Puskesmas Blahbatu II Kab. Gianyar, Bali, Rabu (7/12)

Padang-today.com__Kabupaten Padang Pariaman mendirikan Public Safety Center (PSC) dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. PSC merupakan pusat pelayanan pengaduan masyarakat dengan membuka layanan nomor telepon 119. Program ini akan direalisasikan pada tahun 2017 melalui Dana Alokasi Khusus yang dilengkapi fasilitas gedung, ambulan dan pusat data. Hal itu terungkap oleh Kadis Kesehatan Aspinuddin ketika melalukan kaji banding di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali.

“Atas arahan Bapak Bupati, kita 24 jam melayani kesehatan masyarakat” kata Kadiskes Aspinuddin, di Puskesmas BlahBatuh II, Gianyar, Bali, Rabu 7-12-2016.

Pada kesempatan itu, Aspinuddin juga mengekspos bahwa Bupati dan DPRD fokus dalam urusan pelayanan kesehatan melalui Program Padang Pariaman Sehat “PPS” yang telah dimulai sejak dua tahun lalu.

“PPS ini merupakan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan dimana petugas kesehatan mendatangi rumah penduduk untuk menanyakan sekaligus sosialisasi pola hidup sehat,” ungkap Aspinuddin.

Dikatakan dengan adanya PSC tersebut, masyarakat dapat dilayani dengan mendatanggi, jika ditemukan orang yang sakit langsung diobati, jika perlu penanganan ke rumah sakit. Biayanya gratis ditanggung oleh Pemerintah Daerah dan BAZNAS. Sukses PPS ditandai dengan menekan angka kematian ibu hingga nol kasus pada tahun 2015, kata dia.

Atas keberhasilan itulah, jelas dia, Padangpariaman mendapat pengakuan Pemerintah Pusat dengan diraihnya penghargaan Ksatria Bhakti Husada dan Kabupaten Sehat tahun 2015. Baru-baru ini juga dipercaya sebagai salah satu lokasi pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dari 10 kota di Indonesia.

“Alhamdullilah, Program Padang Pariaman dikenal sebagai daerah pelayanan kesehatan terbaik dan menjadi rujukan nasional” kata Mantan Direktur RSUD Parit Malintang itu.

Setelah berjalan dua tahun, ia melanjutkan, PPS dievaluasi dimana dinas kesehatan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan meluncurkan program Padang Pariaman Sehat Online dan e-Puskesmas. Hal ini bertujuan memudahkan dalam pendaftaran pasien, dokter yang menangani, obat yang diberikaan, penyakit yang diderita yang direkap Puskesmas setiap hari, bulan dan tahunnya.

Ditambahkannya bahwa dalam persiapan ke 25 Puskesmas di Padang Pariaman menjadi BLUD, pihaknya telah membuat draf Rancangan Peraturan Daerah Tarif untuk dibahas bersama DPRD menjadi Peraturan Daerah. Perda Tarif ini akan menjadi dasar hukum pengelolaan keuangan BLUD di daerah.

“Semoga Ranperda ini bisa ditetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Dwiwarman mengatakan bahwa dinas kesehatan harus terus berinovasi untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat mulai antri berobat hingga mendapatkan obat. Pelayanan juga mengatakan keramahan, prosedur yang tidak berbelit-belit serta biaya murah.

“Kita apresiasi Dinkes dan jajaran  yang sudah bekerja optimal memberikan pelayanan kesehatan masyarakat” kata Dwiwarman.

Sementara Kabid Kesehatan kab. Gianyar Tri, mengatakan bahwa program kesehatan sudah lebih baik melebihi target MDGS dan RPJMN. Tahun 2015, kata Tri, Angka Kematian Ibu tidak ada lagi sedangkan Angka Kematian Balita berkurang drastis. Selanjutnya ia memaparkan bahwa 13 Puskesmas di Gianyar sudah menerapkan Badan Layanan Unit Daerah (BLUD).

“Puskesmas menjadi BLUD sejak tahun 2011 yang lalu” kata Tri.

Kepala Puskesmas Blahbatu II Intan Ayurni mengakui awal mula penerapan BLUD masih bermasalah DNA kurangnya sosialisasi dan masalah teknis lainnya. Namun berkat pembinaan, saat ini tidak ada masalah lagi dan bisa mengelola keuangan di Puskesmas masing-masing.

“Kita juga lakukan konsultasi ke Kemendagri untuk pemantapan BLUD” ujar Intan

Dalam operasional BLUD, pihaknya didukung Dinas Keuangan untuk mengadakan pelatihan SIMDA dan penataan aset. Jadi pihaknya tidak mengadakan pelatihan dalam menjalankan pelayanan Puskesmas. Namun ia mengaku maish kekurangan tenaga pengelola keuangan yang berlatar pendidikan ekonomi akuntansi.

Ia mendorong agar Puskesmas di Padang Pariaman agar bisa merencanakan, mengelola dan pengawasan terhadap kebutuhan Puskesmas.

“BLUD Puskesmas sebaiknya diterapkan juga di Padang Pariaman untuk melayani masyarakat” ungkapnya.

Kaji banding ke kabupaten Gianyar diikuti oleh Kadis Kesehatan Aspinuddin beserta Kabid, Inspektur Dewi Roslaini, Kabag Humas Hendra Aswara dan 25 Kepala Puskesmas Se-Padang Pariaman. (sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas