PTUN Menolak Usaha Banding Terakhir Dua Terpidana Mati ‘Bali Nine’

Ilustrasi hukum mati

Ilustrasi hukum mati

PADANGTODAY.COM – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Jakarta menolak usaha banding terakhir dua terpidana mati ‘Bali Nine’ Andrew Chan dan Myuran Sukumaran pada sidang hari ini, Senin (6/4). Dengan demikian, keduanya dipastikan harus menghadapi eksekusi mati di Lapas Nusakambangan.

Hakim Ketua PTUN Ujang Abdullah menguatkan keputusan pengadilan tinggi, bahwa pihaknya tidak memiliki jurisdiksi hukum tentang masalah banding terpidana mati. Dia menegaskan PTUN maupun institusi hukum lainnya tidak punya dasar hukum menilai adakah pelanggaran dari keputusan Presiden Joko Widodo yang enggan memberi grasi pada Myuran dan Andrew.

Tahun lalu, Presiden Joko Widodo secara tegas menolak permintaan grasi kedua penyelundup narkoba itu. Myuran dan Andrew rencananya akan dieksekusi bersama terpidana mati asing dari Perancis, Brasil, Filipina, Nigeria dan Ghana.

Duo gembong ‘Bali Nine’ tersebut telah divonis hukuman mati sejak tahun 2006 karena kasus penyelundupkan heroin dari Indonesia. Kuasa hukum mereka mengatakan mengupayakan semua jenis manuver yang dimungkinkan secara hukum, sebelum eksekusi dijalankan.

“Hal ini dianggap penting guna menjamin kesesuaian kewenangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,” ungkap Todung Mulya Lubis, bulan lalu.

Belum diketahui apa respon tim pengacara Bali Nine, setelah banding hari ini ditolak oleh PTUN.

Rencana eksekusi Bali Nine membuat relasi Indonesia-Australia memanas. Pemerintah Negeri Kanguru aktif melobi pemerintah agar mengampuni Andrew dan Myuran.

(ard/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*