Puan Maharani: Alasan Jokowi Minta Menteri Berpakaian Batik Saat Pelantikan

Presiden dan Wapres Berfoto bersama saat Pelantikan dengan menenakan pakaian batik.

Presiden dan Wapres Berfoto bersama para Mentri  saat Pelantikan dengan mengenakan pakaian batik.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.com-Berbeda dengan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) malah memerintahkan seluruh pembantunya mengenakan batik warna cokelat. Penggunaan batik ini dilakukan dengan alasan praktis, sebab ada banyak acara yang wajib diikuti seluruh menteri setelah dilantik.

“Ini cuma masalah praktis karena ini kita pelantikan kemudian dilanjutkan banyak acara, kemudian rapat kabinet. Jadi memang presiden hanya menginginkan suatu kepraktisan, dan tidak membedakan apakah itu laki-laki atau perempuan. Jadi tidak mungkin juga tiba-tiba seperti itu,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/10).

Puan menambahkan, penggunaan batik lebih praktis jika dibandingkan mengenakan memakai kebaya dan sanggul bagi menteri wanita. Sebelum berlanjut ke acara berikutnya, butuh waktu lama untuk berganti baju dan riasan.

“Dengan arahan seperti ini, saya sangat apresiasi. Namanya juga Kabinet Kerja, beliau mengharapkan di semua kondisi kami diminta siap untuk kerja,” tandasnya.

Selain itu, Puan menganggap baju batik sebagai pakaian nasional yang bisa dipakai di setiap kegiatan, baik formal maupun informal. Secara tidak langsung, pengenaan batik pada acara pelantikan juga menjadi media promosi batik Indonesia ke dunia internasional.

“Buat saya lebih enak kalau pakai batik, tenun, atau Indonesia, tanpa ada pakaian resmi dengan jas atau kebaya dan konde. Kecuali acara kenegaraan. Selain itu ini juga untuk mempromosikan batik,” tutupnya.(dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*