Publik Ikut Bantu Tuntaskan Agenda Pendidikan Nasional

Tut Wuri Handayani.

Tut Wuri Handayani.

Jakarta, PADNGTODAY.COM-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pada pelaksanaan “Simposium Pendidikan Nasional: Membumi-Landaskan Revolusi Mental dalam Sistem Pendidikan Indonesia”, menyampaikan empat pesan. Simposium tersebut dilaksanakan di kantor Kemendikbud, Selasa s.d Rabu, 24 s.d. 25 Februari 2015.

“Hari ini Kemendikbud menjadi tuan rumah simposium pendidikan yang melibatkan koalisi masyarakat. Pentingnya acara ini diharapkan dapat mencapai harapan pendidikan nasional,” kata Mendikbud seusai acara pembukaan simposium, selasa (24/02/2015)

Dalam pelaksanaan simposium ini, Mendikbud menggarisbawahi adanya keterlibatan publik dalam transformasi pendidikan. Ia meyakini agenda pendidikan akan dapat dituntaskan dengan lebih cepat, lebih baik. Sehingga layanan pendidikan dapat dijangkau lebih banyak lagi masyarakat Indonesia. “Sulit sekali jika pendidikan hanya dikerjakan oleh pemerintah.

Pendidikan kita akan lebih cepat kemajuannya jika ada pelibatan publik yang kuat,” ujar Mendikbud.

Mendikbud berharap pelaksanaan simposium ini dapat menjadi contoh bagi berbagai sektor terhadap pelibatan publik. Jika dahulu Indonesia dibangun melalui semangat gerakan, saat ini dapat diulang kembali. Mendikbud meyakini akan tercipta efek yang sangat positif bagi dunia pendidikan.

“Kita hidupkan kembali tradisi pelibatan publik. Kemendikbud bisa melakukan, harapannya kementerian/lembaga lain juga bisa melakukan,” ucap Mendikbud.

Peran pemerintah daerah, tutur Mendikbud, sangat besar dalam kegiatan pendidikan. Pemerintah daerah mengelola 62,2 persen anggaran pendidikan dan kebudayaan melalui transfer daerah. “Perlu ada pelibatan publik agar dana-dana ini bisa dipakai optimal untuk kegiatan pendidikan. Kita ingin pelibatan publik di daerah menjadi lebih besar,” pesan Mendikbud.

Mendikbud juga berharap melalui simposium ini masyarakat mengetahui pekerja dibalik layar pendidikan dan kebudayaan. Mendikbud berharap, melalui kegiatan ini masyarakat dapat memanfaatkan waktu dengan baik untuk dapat berinteraksi dengan para pekerja dibalik layar pendidikan dan kebudayaan.

“Jadi simposium ini bukan sekedar ide dan gagasan, tetapi juga sebagai awal dari interaksi antar pelaku pendidikan. Ke depan diharapkan akan berjalan lebih baik,” kata Mendikbud. (Seno Hartono/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*