PULUHAN JUTA TERKUMPUL PADA MALAM PELANTIKAN PKDP SUMBAR

Advertisements

 

Padang, PADANG-TODAY.COM – Puluhan juta rupiah terkumpul dari badoncek pada malam pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) Sumatera Barat.

Jhon Kenddy Aziss secara spontanitas perantau Piaman memberikan bantuan sebesar Rp10 juta ke PKDP Sumbar diterima langsung Yohanes Wempi Ketua Panitia Pengukuhan PKDP Sumbar-Baralek Gadang, Sekda Provinsi Sumbar, Ali Asmar setelah memberikan sambutan ikut juga memberikan bantuan, serta Suhatri Wakil Bupati Padangpariaman diundang panitia untuk menghadiri acara pelantikan turut serta mengeluarkan sejumlah uang, serta sejumlah perantau Piaman ada juga memberikan bantuan spontan.

“Perantau sangat antusias menggelar badoncek saat pelantikan PKDP Sumbar,”kata Yohanes Wempi Ketua Panitia Pengukuhan PKDP Sumbar-Baralek Gadang di Padang.

Panitia tidak menyangka ide spontanitas dari anggota DPR-RI Jhon Kenddy Azis asal Piaman setelah menyampaikan kata sambutan, sejumlah tokoh hadir di acara pelantikan PKDP Sumbar, seperti anggota DPR RI Hermanto, Sudirman Gani.

“Panitia mengucapkan terimakasih pada perantau secara spontan gelar badoncek saat pelantikan pengurus PKDP Sumbar,”terang Wempi.

Sementara itu Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur menyatakan tradisi Badoncek hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat Piaman. Badoncek tidak hanya mampu meringankan beban namun juga, memperkuat rasa kebersamaan.

Tradisi yang telah turun temurun ini masih tetap dilakukan oleh masyarakat. Ini sebuah tradisi yang harus dipertahankan oleh masyarakat Padang Pariaman dalam mengumpulkan dana untuk saling membantu.
“Kita patut mengapresiasi tradisi yang terus dikembangkan masyarakat, karena wujud peran aktif dalam memajukan pembangunan di daerah,”katanya.

Jadi kepedulian sesama dan saling percaya harus dilestarikan sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai kekuatan untuk kepentingan bersama. “Budaya Badoncek pada intinya memiliki makna yang mendalam dalam filosofi adat Minangkabau. Hakikat hidup adalah tidak sendiri, tetapi saling butuh uluran dan mengulurkan tangan guna membantu kepentingan sosial,”ujar Suhatri Bur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*