Puluhan Pedagang Ancam Berjualan di Depan Gedung DPRD

Pasar Ibuah Payakumbuh

Pasar Ibuah Payakumbuh

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Puluhan pedagang sayur di pinggir lokasi Parkir Timur Pasar Ibuah mendatangi Kantor Kepala Bagian Pengelolaan Pasar di Ibuah guna menyampaikan aspirasi meminta diperbolehkan berjualan hingga pukul 09.00 WIB pagi. Karena sudah hampir 17 hari belakangan pedagang resah dan merasa terusik dengan penertiban yang dilakukan Dinas Terkait. Mereka tidak terima ditertibkan.

Sesampai di Kantor Kepala Bagian Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Payakumbuh, puluhan pedagang yang didominasi kaum ibu itu, hanya diterima oleh beberapa orang petugas dan Kasi trantib Pasar Payakumbuh. Sementara Kepala Bagian (Kabag) pengelolaan Pasar Kota Payakumbuh, Agus Rubiono,  sedang mengikuti rapat di instansi lain.

Pertemuan yang dipimpin Kasi Trantib Pasar Payakumbuh Deki Engla M, memang tidak menghasilkan keputusan. Namun demikian seluruh keluhan pedagang akan disampaikan kepada pimpinan yang berwenang mengambil keputusan. Karena tidak ada keputusan, maka pedagang akhirnya membubarkan diri dan kembali ke lokasi pasar diparkir Ibuah Timur.

Salah seorang pedagang Nani, menyebut sebenarnya pedagang tidak menuntut banyak kepada Pemerintah Kota Payakumbuh.

“Kami tidak menuntut apa-apa, cuma satu yang kami inginkan berikan kami kesempatan untuk berjualan di lokasi ini sampai Pukul 09.00 WIB pagi. Siang hari kami tidak akan berjualan lagi. Ini tempat kami mencari narfkah, pembeli beras untuk makan siang dan malam hari,” pintanya kepada Pemerintah Kota Payakumbuh.

Hal senada juga disampaikan Rina, menurutnya sudah hampir 17 hari ini pedagang kocar kacil karena petugas melakukan penertiban. Tentu para pembeli juga berhamburan lari dengan datangnya petugas. Akibatnya pedagang tidak berjual beli, hanya terus dihantui kecemasan dan kekhawatiran.

“Kami rugi, biasanya setiap hari mulai pukul 05.00 WIB subuh sampai Pukul 09.00 WIB pagi kami sudah berjual beli mencapai Rp 1-1,5 juta. Sejak ada petugas, kami hanya bisa berjual beli dengan meggelar dagangan ketika petugas tidak ada hanya Rp 400 ribu,” jelas pedagang sayur, cabe dan bawang yang sudah berjualan dilokasi yang sama selama 2 tahun.

Tidak hanya itu, tetapi puluhan pedagang menyebut barang dagangannya seperti sayur, tomat, terung dan cabe sudah pada banyak yang busuk akibat tidak terjual disebabkan penertiban yang dilakukan. “Kami sudah rugi, jadi dengan apa kami mau makan. Kami tidak mencari kaya disini, hanya sekedar untuk bisa makan pagi dan sore hari,” jelasnya.

Lebih keras lagi disampaikan Marianis, dimana bila tuntutan puluhan pedagang tidak dikabulkan oleh Pemerintah Kota, maka pedagang terpaksa harus mencari tempat jualan baru, bisa saja di depan gedung DPRD Kota Payakumbuh.

“Kalau indak buliah bajualan disiko, kami akan manggaleh ka kantua DPRD, (Jika tidak diperbolehkan berjualan di lokasi sekarang, maka pedagang akan berjualan di DPRD). Karena kami tidak mengganggu pasilitas umum, parkir masih bisa, malahan tempat parkir sebelah kosong saja,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Trantib Pasar Payakumbuh Deki Engla M, menyebut telah menampung semua usulan dan aspirasi pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di lokasi Parkir Ibuah Timur.

“Karena unsur pimpinan tidak ada di tempat, maka kami tampung seluruh usulan pedagang, namun yang jelas patuhi peraturan sebelumnya,” jelasnya.

Diakuinya memang pedagang itu sudah hampir 2 tahun berjualan dilokasi parkir ibuah timur. “Dulu mereka sedikit, tetapi sekarang sudah banyak,” terangnya singkat usai menerima puluhan pedagang itu.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*