Puluhan Rumah Kos Digeledah Tim Gabungan

Kasat Sat Pol PP Kota Padang Panjang.

Kasat Sat Pol PP Kota Padang Panjang.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Puluhan personil tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Subdempon dan Bagian Hukum Setdako Padangpanjang melakukan penggeledahan terhadap tempat kos-kosan yang berada di Kelurahan Guguk Malintang dan Kelurahan Bukit Surungan, Selasa malam hingga Rabu dinihari kemarin.

Personil gabungan yang dipimpin oleh Kasi Operasi Satpol PP Kasimin didampingi Kasi Pembinaan Musben Zakir dan Kasi Penyidikan Penindakan Suryati, mulai turun ke lokasi di kawasan belakang Kampus Institut ISI Padangpanjang yang berada di RT I9 Kelurahan Guguk Malintang sekitar pukul 23.00 WIB. Selain untuk menertibkan tempat kos-kosan agar jangan dijadikan sebagai lokasi perbuatan asusila, petugas gabungan juga mendata penghuni kos-kosan tersebut sekaligus melakukan pendataan KTP, yang didampingi oleh Ketua RT setempat.

Dari beberapa lokasi kos-kosan yang dikunjungi petugas, petugas tidak menemukan adanya yang menyalahi aturan. Apalagi, kebanyakan dari kos-kosan tersebut tidak ditempati oleh penghuninya, karena rata-ratas masih berada di lokasi kampus untuk latihan maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya.

“Target kita memang menertibkan kalau ada mahasiswa cowok yang membawa mahasiswa cewek ataupun sebaliknya, ke dalam kos-kosan tersebut. Tetapi, dari hasil operasi kita belum menemukan adanya indikasi kearah tersebut, sebut Kasimin disela-sela kegiatan operasi.Disampaikannya, dari beberapa lokasi yang didatangi, memang ada pembatasan antara kos-kosan yang cowok maupun cewek. Apalagi, kos-kosan tersebut juga langsung diawasi oleh si pemilik rumah. Tetapi, ada beberapa kos-kosan yang tidak dilengkapi oleh pengamanan kendaraan penghuni kos.

“Kita menemukan cukup banyak kendaraan roda dua yang dibiarkan di luar tanpa kunci pengaman, sehingga memudahkan untuk pelaku curanmor. Kiat sudah memberikan himbauan kepada pemilik kos untuk memberitahukannya kepada penghuni kos,” lanjut Kasimin.

Dijelasnnya, dari hasil pemeriksaan di beberapa lokasi, masih ditemukan adanya penghuni kos-kosan yang tidak melaporkan keberadaannya kepada Ketua RT setempat. Maupun, penghuni kos yang tidak memiliki KTP Padangpanjang maupun identitas pengenal lainnya.

Hal senada juga diakui oleh Suryati dan Musben Zakir, dirinya melihat kebiasaan pemilik kos yang mengganggap sepele persoalan keamanan kendaraan dan identitas penghuni kos. Apalagi, dengan tingkat kerawanan kejahatan saat ini, sangat mudah untuk pelaku kejahatan memasuki kawasan kos-kosan maupun tinggal di kawasan kos tersebut.

“Hasil razia ini akan kita sampaikan kepada pimpinan, untuk dilakukan pemecahan masalah terhadap kondisi yang terjadi di lapangan. Termasuk juga untuk pendataan kepemilikan tempat kos yang ada di Kota Padagpanjang,” sebut Suryati. Terpisah, Kasat Pol-PP Kota Padangpanjang Arkes Refagus menyebutkan, dari hasil operasi lapangan terhadap tempat kos-kosan yang ada di Padangpanjang, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Camat, Lurah hingga Ketua RT. Mengenai keberadaan lokasi kos-kosan yang ada di Padangpanjang, termasuk aturan yang akan diberlakukan bagi pemilik kos-kosan.

“Razia yang kita lakukan memang bersifat persuasif dan masih bersifat pembinaan, jika memang ditemukan adanya indikasi pelanggaran nantinya. Kita akan melakukan penindakan tegas, apalagi jika memang melanggar Perda Keamanan dan Ketertiban Umum,” ungkap Arkes. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*