Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi Dianugerahkan Tuanku Imam Nahdhiyin oleh Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan

hasyimmuzadi-2

Advertisements

Padangpariaman, PADANGTODAY.com-Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dianugerahkan gelar kehormatan Tuanku Imam Nahdhiyin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Pemberian gelar kehormatan ini merupakan yang pertama dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman Idarussalam kepada wartawan, Minggu (18/1/2015), usai pemberian gelar kepada Hasyim Muzadi. Pemberian gelar berlangsung pada tabligh akbar peringatan Maulud Nabi Muhammad Saw. Hasyim Muzadi sendiri tampil sebagai pembicara utama pada tabligh akbar tersebut.

Menurut Idarussalam, pemberiaan gelar merupakan kesepakatan pimpinan dan majelis guru Pesantren Nurul Yaqin. “Kami menilai kehadiran KH Hasyim Muzadi ke Pesantren Ringan-Ringan patut diberikan penghargaan. Walaupun banyak tokoh yang sudah pernah hadir ke pesantren ini, namun kehadiran Kiai Hasyim Muzadi mampu mengangkat harkat dan posisi Pesantren Nurul Yaqin,” kata Idarussalam.

Yang lebih penting lagi, kata Idarussalam, Kiai Hasyim Muzadi merupakan tokoh ulama nasional, paham kitab-kitab yang diajarkan di Pesantren Ringan-Ringan. Beliau tokoh ulama, bukan sekedar ahli ulama saja. Paham keagamaan beliau adalah Ahlussunnah Waljamaah yang diajarkan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin ini.

“Sedangkan gelar Tuanku Imam Nahdhiyin, karena beliau memang imamnya orang NU yang disebutkan warga nahdhiyin. Sebagai pondok pesantren yang melahirkan ulama dengan gelar tuanku dan diakui oleh pemerintah Padangpariaman, kita patut memberikan gelar tersebut,” kata Idarussalam.

Pondok Pesantren Nurul Yaqin sendiri yang memberikan gelar tuanku selama ini terbuka terhadap kultur (budaya) masing-masing santri. Sehingga gelar dari tamatan Pondok Pesantren Nurul Yaqin pun beragam. Ada yang berbau budaya Padangpariaman seperti tuanku sidi, bagindo, sutan, ada yang berbau Arab, Indonesia, dan juga ada yang menyesuaikan dengan daerah masing-masing di luar Padangpariaman. “Kita serahkan kepada masing-masing keluarga santri siapa gelar tuanku yang diberikan kepada anaknya,” tambah Idarussalam.

KH Hasyim Muzadi sendiri, merasa bangga dan puas atas penghargaan gelar Tuanku Imam Nahdhiyin ini. Kepuasan tersebut terpancar dari wajahnya dan ingin datang lagi ke Nurul Yaqin di masa mendatang. Beliau tidak menyangka mendapat sambutan yang begitu meriah dari Pesantren Nurul Yaqin, tambah Idarussalam.(dil/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*