Raja Segala Jenis Buah, Ado katan ado lo durian tu baru sero

Padang-today.com___He King Of The Fruit. Begitulah masyarakat dunia menjuluki si buah durian. Kelezatan daging buahnya bagi yang suka memang tidak tertandingi oleh  buah jenis apapun. Kisah masa lalau durian mulai zaman Jawa Kuno. Buah asli Nusantara yang dinobatkan sebagai rajanya buah-buahan.

Pertanyaan mengenai kapan manusia mulai menyantap buah durian atau siapa yang pertama kali menemukan buah durian, tak pernah ada fakta sejarah yang pasti mengenai itu. Namun bila pertanyaan yang diajukan tentang sejak kapan penduduk di Nusantara mengkonsumsi durian, maka kami www.padang-today.com menyajikan pertanyaan itu yang dikutip dari Catatan mengenai durian di masa lalu terdapat di dalam laporan perjalanan para penjelajah Eropa abad ke-15.

Petunjuk dari buah durian tersebut terdapat dalam beberapa relief di candi Borobudur. Dari 2672 panel kisah, beberapa di antaranya menampilkan buah durian yang dijadikan sesembahan buat raja, diperjualbelikan, juga tampak orang-orang yang membawanya bersama buah lain seperti mangga dan manggis.

Dari relief ini kita bisa tahu bahwa durian sudah dikonsumsi oleh penduduk Nusantara sejak 1300 tahun yang lalu,â? kata pakar durian Mohamad Reza Tirtawinata dalam diskusi tentang durian di Serang, Banten, Seperti dikutip dari Catatan dalam buku berjudul “Java Essay: The History and Culture of Southern Country” karya Masatoshi Iguchi, mengisahkan ekspedisi VOC di wilayah Batavia sampai Bogor pada 1687. Dalam ekspedisi yang dipimpin oleh Pieter Scipio van Ostende itu diketahui telah banyak pohon durian yang tumbuh di sekitar Bogor.

Murray alias Alfred Russel Wallace, ahli ilmu pengetahuan alam, yang pertama kali mendengar keberadaan durian. Awalnya ia berpandangan negatif terhadap durian, lantaran aromanya mirip bau musang (zibethinus).

Suatu ketika Murray menemukan buah durian di hutan Malaya. Ia mencicipinya. Lantas membawanya ke inggris. Durianpun dinobatkan sebagai “Raja Segala Buah”.

Aroma buah yang matang itu belum tentu menyenangkan, walaupun tidak begitu menyengat baunya begitu buah baru jatuh dari pohonnya. Satu-satunya cara untuk menyantap durian yang telah matang sempurna adalah saat buah itu jatuh.

Di Sumatera Barat kuliner satu ini disebut dengan ‘Ketan Durian’  karena Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di bagian barat Indonesia yang langsung dilalui oleh garis Katulistiwa. Makanya tidak mengherankan jika banyak sekali tumbuhan khas tropis yang tumbuh dengan subur di sana.

Nah, dari isu yang berkembang di Sumbar tetang penemu raja buah ini adalah dari orang suku pedalaman yang hidupnya bertani dan mencari kayu bakar untuk kelangsungan hidup bersama keluarga. Dengan aroma yang menusuk hidung para petani itulah Durian ditemukan oleh orang pedalaman yang tinggal disekitar hutan.

Salah satu jenis tanaman yang banyak tumbuh di daerah Sumatera Barat adalah durian. Buah yang mendapatkan julukan King’s of Fruits ini memang sangat mudah ditemukan di sana. Bahkan pada saat musim durian tiba, Bisa dengan sangat mudah ditemukan pedagang durian di sepanjang jalan yang ada di Sumatera Barat.

Namun jika Anda tidak sabar untuk menunggu datangnya musim panen durian, cukup mampir saja ke daerah Ganting, Kota Padang. Gantiang ini adalah pasar terbesar yang ada di Sumatera Barat.

“Ado katan ado lo durian tu baru sero”. Seperti itulah orang-orang Minang menyebut kuliner yang satu ini. Yang memiliki arti “ada ketan ada juga durian ini baru nikmat”. Memang, umumnya masyarakat Sumbar belum lengkap rasanya jika menikmati durian tanpa adanya ketan.

Dari kebiasaan masyarakat Sumatera Barat itulah kemudian makanan ini sampai saat ini tetap populer dan bahkan menjadi salah satu kuliner khas dari daerah Sumatera Barat. Memang yang belum pernah merasakannya terlihat sedikit aneh. Sebab ketan dicampur dengan durian. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas