Rajo Mufakat Luak Limo Puluah, M. Yanis Dt. Maharajo Indo Mamangun Dikukuhkan

Daulat Rajo Alam Pagaruyuang Sutan Muhammad Taufik Toyib melewakan gelar Rajo Mufakat Luak 50 kepada M. Yanis Dt. Marajo Indo Nan Mamangun

Daulat Rajo Alam Pagaruyuang Sutan Muhammad Taufik Toyib melewakan gelar Rajo Mufakat Luak 50 kepada M. Yanis Dt. Marajo Indo Nan Mamangun

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Dalam upaya menghidupkan filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” di Luhak Nan Bungsu, Payakumbuh dan 50 Kota, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno Dt. Rajo Bandaro Basa bersama Tuanku Mudo Mahkota Alam Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang Sutan Muhammad Taufik Toyib, SH, mengukuhkan gelar Rajo Luak Limo Puluah yang berkedudukan di Aie Tabik, Payobadar, Senin (18/5).

Posisi ini merupakan Limbago Adat tertinggi Rajo Mufakat. Gelar ini diberikan pada M. Yanis Dt. Maharajo Indo Mamangun. Namun, pengukuhan gelar Rajo ini bukan berarti Raja yang memiliki kekuasaan untuk memerintah, tapi bertujuan untuk menghidupkan semangat keberadaan Rajo sebagai pemersatu.

“Rajo disini bukan sebagai Raja yang berkuasa seperti dalam cerita, namun gelar ini dilewakan untuk membangun persatuan yang lebih kokoh antara Pemerintah Daerah dengan Unsur Pimpinan adat dengan tujuan saling membahu membangun Sumbar yang lebih baik” kata Irwan Prayitno.

Gubernur menambahkan, Ninik Mamak sebagai Penghulu Adat juga berperan sebagai Tiang Utama tegaknya nilai-nilai kebersamaan dalam usaha membentuk dan membangun kehidupan dan peradaban dalam kaum. “ibarat pepatah Sadonciang bak basi, Saciok bak ayam” ujar Irwan lagi.

Walikota Payakumbuh, Riza Falepi Dt. Rajo Ka Ampek Suku pun mengamini apa yang dikatakan Gubernur. Sebagai Penghulu Adat peran Ninik Mamak di kehidupan adat Minangkabau bukan hanya dalam acara adat istiadat semata, namun menjadi peran yang dominan dalam menata hidup dan kehidupan di tengah-tengah masyarakat.

“Selain itu, Ninik Mamak juga bertugas untuk menggembleng anak kemenakan dan anak nagari untuk bersama-sama membangun nagari dengan memaksimalkan potensi yang ada. Terutama di Luak Nan Bungsu ini.

Walaupun bungsu, atau yang paling kecil, mari kita bersama membangun nagari kita ini menjadi nagari yang memakmurkan masyarakatnya” kata Riza.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*