Rakernas Dukcapil Yogya, KTP-E Dihentikan Sampai Januari 2014

 KADISDUKCAPIL KOTA PAYAKUMBUH IR MEDIAR INDRA MSI DI SELA RAKERNAS DI YOGYAKARTA 16-18 NOVEMBER 2014


KADISDUKCAPIL KOTA PAYAKUMBUH IR MEDIAR INDRA MSI DI SELA RAKERNAS DI YOGYAKARTA 16-18 NOVEMBER 2014

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menemukan beredarnya kartu tanda penduduk elektronik atau KTP-El palsu di masyarakat. Menurut Tjahjo, KTP-E palsu itu buatan Tiongkok dan Perancis. Jumlahnya sekitar 10 juta. Temuan Mendagri ini disimak oleh Kadisdukcapil Kota Payakumbuh, Ir Mediar Indra MSi yang menjadi peserta Rapat Kerja Nasional Dukcapil di Yogyakarta Expo Center, dibuka 16 sampai 18 November lalu.

“Padahal hologramnya sah, buatan di luar, dari Tiongkok dan Perancis,” kata Tjahjo. Menurut Tjahjo, dugaan e-KTP palsu ini telah diketahuinya sebelum ia menjabat Menteri Dalam Negeri.

Makanya, kata Mediar Indra, menginformasikan ada petunjuk Mendagri agar dihentikan sampai Januari 2015, pencetakan KTP-E. Di masa perbaikan ini, kata Tjahjo, akan dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan seluruh sistem pengurusan KTP-E sehingga validitas kartu identitas tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pencatatan Sipil yang diadakan di Hall Jogja Expo Center (JEC) Tahun 2014 resmi dibuka, Minggu (16/11) malam. Rakernas dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Rakernas tahun 2014 kali ini mengusung tema “Melalui Rapat Kerja Nasional Kita Tingkatkan Efektifitas Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan”.

Dalam sambutannya, Mendagri mengatakan bahwa sistem kependudukan dan catatan sipil merupakan hal yang sangat penting bagi negara Indonesia. Menurutnya, harus ada evaluasi sesegera mungkin untuk memperbaiki hal tersebut termasuk di dalamnya Elektronik KTP.

“Maka, Kementrian Dalam Negeri segera melakukan Rakernas evaluasi tentang data kependudukan ini agar permasalahan yang ada pada masalah kependudukan segera terselesaikan,” ungkapnya seperti diceritakan Mediar Indra sekembalinya dari Yogyakarta.

Dipesankan Mendagri Tjahjo bahwa Rakernas ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh perangkat aparatur pencatatan sipil yang ada di seluruh Indonesia agar dapat melakukan pelayanan dengan lebih baik dan singkat.

Rapat Kerja Nasional Pencatatan Sipil, tahun ini diadakan di Hall Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Pembukaan rakernas yang dilangsungkan pada Minggu (16/11) malam, dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. Dalam sambutan pembukaannya, Mendagri mengungkap pelaksanaan E-KTP ternyata masih banyak menuai masalah.

Rakernas Pencatatan Sipil 2014 di Yogyakarta, dihadiri 625 perwakilan dari Dinas Pencatatan Sipil di seluruh Indonesia. Rakernas yang rencananya akan digelar selama dua hari, 16-17 November 2014, diadakan sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh perangkat aparatur pecncatatan sipil yang ada di seluruh Indonesia. Diharapkan, dari kegiatan itu aparatur pencatatan sipil bisa melakukan pelayanan dengan lebih baik dan singkat.

REKOMENDASI

Selaku Kadisdukcapil Kota Payakumbuh, Ir Mediar Indra mencatat semua pernyataan di Rakernas dengan teliti. Bahwa harus dimaksimalkannya pelayanan perijinan sampai ke daerah-daerah, lalu, perekaman KTP-E dihentikan selama 1 bulan, diperpanjang sampai 1 Januari 2015.

”Hal ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kualitas dan kuantitas e-ktp untuk menghindari terjadinya KTP ganda atau pemalsuan data penduduk. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap harus jalan dan diberikan penjelasan bahwa sistem sementara diperbaiki sehingga, penggantinya, masyarakat yang mengurus KTP akan diberikan surat keterangan.

Lalu, pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) harus dilihat dari berbagai aspek terutama jumlah penduduk bukan hanya karena keinginan semata. Tetapi lebih untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Simpulan berikutnya, ulas Mediar Indra, bahwa sejak 1999 belum dilakukan penyesuaian terhadap Struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) oleh sebab itu seiring dengan berubahnya nomenkelatur kementerian maka akan dilakukan penyesuaian terhadap OPD mengikuti perubahan nomenkelatur kementerien yang ada.

Dikatakan di Rapat Kerja Nasional ini, bahwa KTP-E telah bekerjasama dgn 26 Bank Daerah dan 4 Bank Nasional dalam proses pembuatan/pembukaan rekening hanya dalam waktu 4 menit disimulasikan oleh Bank BRI, Rabu (12/11) lalu oleh Pimpinan Cabang BRI Andreas Chandra Santosa bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Payakumbuh Mediar Indra MSi dan Kepala Disduk Capil Limapuluh Kota H Azfrizal Aziz, di kantor BRI setempat di Jalan Sudirman

Rapat Kerja Nasional ini sendiri diikuti oleh Kepala Dinas Kependudukan se-Indonesia, Kepala Biro Pemerintahan se-Indonesia serta instansi vertikal yang terundang. Peserta berjumlah 610 orang.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*