Rakor Ketahanan Pangan Kota Padang Tahun 2014, Sasaran Rumusan Kebijakan Menjawab Permasalahan Kegiatan Pangan

Ketua Dewan Ketahanan  Pangan Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP melihat konsep pertanian perkotaan yang dirancang Dr. Ir. Feri Arlius,M.Sc dari Fakultas Teknologi Pertanian  Unand pada Rakor Dewan Ketahanan Pangan Kota Padang tahun 2014, di Hotel Bumi Minang, Rabu (26/11).

Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP melihat konsep pertanian perkotaan yang dirancang Dr. Ir. Feri Arlius,M.Sc dari Fakultas Teknologi Pertanian Unand pada Rakor Dewan Ketahanan Pangan Kota Padang tahun 2014, di Hotel Bumi Minang, Rabu (26/11).

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang melaksanakan rapat koordinasi dewan ketahanan pangan Kota Padang tahun 2014. Rapat tersebut menghadirkan tiga orang nara sumber Dr.Ir.feri Arlius, M.Sc dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Ir. Efendi, MS Kepala Badan Tahanan Pangan Sumbar, Ir. Heriyanto Rustam Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kota Padang. Tujuan rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan adalah mengoptimalkan keberadaan kelembagaan structural ketahanan pangan dan kelembagaan dewan Ketahanan Pangan di Kota Padang.

Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Padang Tarmizi Ismail di hotel Bumi Minang, Rabu (26/11). Sekaligus menyamakan persepsi , gerak dan langkah dalam pemantapan ketahanan pangan Padang Kota tercinta ini. Meningkatkan koordinasi, integrasi dan singkronisasi serta mengevaluasi program atau kegiatan yang telah dilaksanakan serta permasalahan yang dihadapi dan ini sebagai implementasi hasil kesepakatan Walikota selaku ketua Dewan Ketahanan Pangan Kota Padang.

Sasaran yang ingin dicapai, yakni menghasilkan rumusan kebijakan untuk menjawab permasalahan kegiatan pangan dilapangan. Menghasilkan konsep revitalisasi dewan Ketahanan dalam koordinasi dengan Dinas/instansi terkait. Peserta rapat sebanyak 50 orang utusan, dari SKPD terkait.

Sedangkan Ir. Efendi, MS Kepala Badan Tahanan Pangan Sumbar mengemukakan tentang singkronisasi pembangunan ketahanan pangan dengan mengembangkan gerakan kesejahteraan pertanian dan agrowisata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan pertamanya pembangunan pertanian adalah memperbaiki taraf hidup masyarakat. Dan Agrowisata itu dapat memunculkan peluang bagi petani local untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup serta kelangsungan operasionalnya.

Setelah menjadikan sarana yang baik untuk mendidik orang banyak/masyarakat tentang pentingnya pertanian dan kontribusinya untuk perekonomian secara luas dan meningkatkan mutu hidup. Manfaat angrowisata bagi yang melihat dan berkunjung adalah menjalin hubungan kekeluargaan dengan petani atau masyarakat local. Meningkatkan kesehatan dan kesegaran tubuh. Beristirahat dan menghilangkan kejenuhan. Memperoleh makanan yang benar-benar alami (Organic Food).

Dr. Ir. Feri Arlius,M.Sc dari Fakultas Teknologi Pertanian Unand menyampaikan “Pengembangan Pertenian Perkotaan” dan manfaat pertanian perkotaan adalah penyelamatan lingkungan dengan pengelolaan sampah Reuse dan Recycle. Menciptakan kota yang bersih dengan pelaksanaan 3 R ( Reuse, Reduse, Recycle) untuk mengelola sampah kota. Menghasilkan O2 dan meningkatkan kualitas lingkungan Kota. Meningkatkan estetika kota. Bahan pangan lebih segar pada saat sampai ke konsumen yang merupakan orang kota. Menjadi penghasilan tambahan bagi penduduk kota.

Sedangkan keuntungan pertanian Kota, kata Feri Arlius adalah meningkatkan persediaan pangan. Meningkatkan nutrisi yang banyak kaum miskin kota. Meningkatkan kesehatan masyarakat. Membuka lapangan kerja/mengurangi pengangguran. Meningkatkan solidaritas komunitas dan mengurangi kemungkinan konflik social. Peningkatan penghasilan masyarakat, meningkat jumlah wiraswasta dan meningkat produktivitas lingkungan kota. Modelnya adalah memanfaatkan lahan tidur dan lahan kritis. Memanfaatkan ruang terbuka hijau. Mengoptimalkan kebun dan pekarangan sekitar rumah dan kantor. Menggunakan ruang terbatas/sempit.

Ir. Heriyanto Rustam Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kota Padang mengekukan konsep pertanian perkotaan berbasis pertanian organic, mampu menciptakan pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Program ini potensial untuk dikembangkan karena saling mendukung tercapainya Indonesia hijau juga merupakan wujud gerakan pemberdayaan masyarakat yang dimotori kaum perempuan sebagai garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi rumah tangga. Semakin berkiprah dalam pelestarian lingkungan. Sehingga kesadaran tentang lingkungan inlah yang menjadi kata kunci dari kesuksesan program ini.

Konsep pertanian perkotaan dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk usaha, komersial ataupun, yang berkaitan dengan produksi, distribusi, serta konsumsi dari bahan pangan atau hasil pertanian lainnya yang dilakukan di lingkungan perkotaan. Dan bentuk pertanian perkotaan yang lain adalah memanfaatkan kemajuan teknologi seperti hidropohik dan berbagai bentuk pertanian lainnya.Pertanian perkotaan, apabila dilakukan dengan baik dan memperhatikan aspek-aspek lingkungan mempunyai banyak keuntungan yakni keuntungan social, ekonomi dan lingkungan.(dil/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*