Rektor UNP Ganefri: Guru Cerdas Mampu Merekonstruksi Pelajaran

Rektor UNP Ganefri: Guru Cerdas Mampu Merekonstruksi Pelajaran

Rektor UNP Ganefri: Guru Cerdas Mampu Merekonstruksi Pelajaran

Advertisements

Padang, PADANG-TODAY.com-Sekira 400-an guru kembali belajar selama sepekan lebih, dmulai dari Jumat, 7 hingga Minggu, 16 Oktober 2016 mendatang. Para guru diharukan bisa menjadi seorang pembelajar, mau terus belajar dan mengembangkan diri.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNP, Prof Ganefri, selaku Ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 106 UNP didampingi Wakil Rektor III, Prof Syahrial Bakhtiar, Jumat (7/10) ini ketika memberikan ararhan kepada peserta sertifikasi guru gelombang I di Hotel Razaki, Padang.

“Guru yang memiliki kemauan kuat untuk terus belajar dan berkarya, akan menghasilkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi masyarakat di sekelilingnya.Guru yang cerdas itu mampu merekontruksi pembelajaran dan update terhadap perkembangan,” ujar Rektor UNP yang dulu bernama IKIP Padang itu.

Ditambahkan Ganefri, guru masa depan bukan lagi bertindak sebagai pentransfer pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu. Guru harus benar-benar mampu menciptakan siswa sebagai pembelajar yang tangguh, berintegritas tinggi, santun dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Kegiatan sertifikasi guru ini merupakan momen penting dalam pengembangan UNP di masa mendatang. Tantangan guru masa depan, kata Rektor Ganefri, harus dapat memenuhi kompetensi abad 21 yaitu mampu berpikir kritis. Selain itu diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik dengan para pemangku kepentingan pendidikan melalui berbagai perangkat media dan mengikuti perkembangan teknologi informasi. Guru juga hendaknya berkreasi dalam mempersiapkan materi belajar yang menyenangkan, serta berkolaborasi dalam proses pembelajaran (collaboration).

Sebelum Rektor UNP, Prof. Ganefri memberikan arahan, Prof. Syahrial selaku Ketua LP3M UNP, melaporkan peserta sertifikasi guru gelombang I/2016 diikuti 439 guru, Kesemua peserta itu terdiri dari guru SD, guru SMP Bidang Studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Ingris, serta Penjas.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*