Relokasi Kaki Lima, Walikota Payakumbuh Bentuk Tim Penataan Dan Perelokasian PKL

Kadiskoperindag Pasar dan UKM Payakumbuh H Dahler SH

Kadiskoperindag Pasar dan UKM Payakumbuh H Dahler SH

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Sesuai dengan keputusan Walikota Payakumbuh No. 516. 1/54/WK-PYK/ 2015, Walikota Payakumbuh bentuk tim penataan dan perelokasian pedagang kaki lima (PKL) dalam area pasar Payakumbuh tahun 2015 sebanyak lima puluh empat (54) orang, di aula Pondok Promosi Ngalau Indah kota Payakumbuh.

Hadir Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, ST,MT, Ketua DPRD kota Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, Ketua Komisi B DPRD kota Payakumbuh Chandra Setipon Amd, Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika kota Payakumbuh Adrian, M,Si, Staf Ahli bidang Ekonomi kota Payakumbuh Merry Yulisday, Mars, Kepala Dinas koperasi, perindustrian, perdagangan dan UMKM kota Payakumbuh H. Dahler, SH dan unsur terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan kota Payakumbuh H. Dahler, SH, Senin (16/2) di aula pondok promosi Ngalau Indah kota Payakumbuh menjelaskan, tim yang dibentuk ini bertugas merumuskan persiapan, perencanaan penataan dan perelokasian pedagang kaki lima, mensosialisasikan rencana kerja kepada masyarakat khususnya terhadap PKL dan pertokoan kios maupun los yang berada di area pasar Payakumbuh.

Mengkoordinasikan dengan semua pihak dan menyiapkan rapat koordinasi teknis dengan PKL khususnya dan menyiapkan tempat perelokasian PKL dengan melakukan penataan area dan pembagian tempat atau lokasi yang terencana. Jumlah pedagang yang akan direlokasi ke terminal sago sebanyak 227 pedagang diantaranya , pedagang deretan Djufri 36 orang, los makanan ringan kanopy 40 orang, deretan gumarang 46 orang, deretan gumarang gang pertama berjumlah 4 orang, deretan gumarang gang kedua ada 11 orang, pedagang seputaran RM. Asia Baru dan Wan Susila Baru 37 orang, pedagang kaki lima serba–serbi jalan Arisan Nunang sebanyak 53 orang.

“Solusi atau relokasi penataan PKL terminal labuh baru difungsikan untuk AKDP dalam rangka pemberdayaan secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, PKL pakaian jadi deretan penjahit Djufri, Pedagang serba – serbi area los buah-buahan, PKL serba – serbi deretan Gumarang (gang pertokoan) blok timur dan PKL jalan Arisun Nunang (ex. Pasar kaget) dipindahkan dan ditata pada lokasi ex. Terminal Sago dan PKL buah – buahan lokasi samping RM. Asia Baru jalan Soetan Oesman dipindahkan ke area pasar buah – buahan disatukan dengan PKL buah – buahan jalan A. Yani yang sudah menjadi pasar buah – buahan resmi sampai sekarang,” jelas Dahler. Segala biaya yang ditimbulkan akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan kepada APBD perubahan kota Payakumbuh tahun 2015 dalam DPA Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan kota Payakumbuh, katanya.

Ditambahkan Dahler,” melambatnya laju pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu dampak krisis yang dapat mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat, selanjutnya akan berdampak buruk terhadap pelaku ekonomi termasuk UMKM kota Payakumbuh dan terhadap isu-isu strategis ini perlu dilakukan agar dampaknya dapat dieliminir”, ujar Dahler.

Sementara itu Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan, sudah seharusnya pasar Payakumbuh ditata ulang ke tempat yang lebih refresentatif. Karena dilihat secara fisik, parkir yang semberawut , bangunan pasar banyak yang telah rusak dimakan usia, penataan tempat berjualan bagi PKL belum optimal, pengunjung pasar kurang nyaman dalam bertransaksi karena akses lalu lintas barang, rest area belum tertata baik, untuk itu perlu dilakukan perelokasian PKL ke lokasi yang lebih representatif melalui tim yang telah dibentuk.

“Kondisi yang diinginkan ke depan agar terwujudnya pasar sehat melalui penataan pasar khususnya penataan tempat berjualan bagi PKL, penataan drainase pasar, penataan lalu lintas barang ke lokasi tempat berdagang, kebersihan pasar, kelengkapan fasum, area parkir serta terwujudnya pengelolaan pasar secara profesional melalui SDM aparatur pasar yang berkualitas,” harap Riza.

Ditambahkan , Ketua DPRD kota Payakumbuh Yendri Bodra dt. Parmato Alam, “untuk penataan ini kami berharap seayun selangkah dengan pemko Payakumbuh, karena ini juga bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat Payakumbuh dan terwujudnya UMKM yang tangguh, mandiri dan taat hukum serta pasar sehat.   Walikota Payakumbuh Bentuk Tim Penataan Dan Perelokasian PKL.

“Solusi atau relokasi penataan PKL terminal labuh baru difungsikan untuk AKDP dalam rangka pemberdayaan secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, PKL pakaian jadi deretan penjahit Djufri, Pedagang serba – serbi area los buah-buahan, PKL serba – serbi deretan Gumarang (gang pertokoan) blok timur dan PKL jalan Arisun Nunang (ex. Pasar kaget) dipindahkan dan ditata pada lokasi ex. Terminal Sago dan PKL buah – buahan lokasi samping RM. Asia Baru jalan Soetan Oesman dipindahkan ke area pasar buah – buahan disatukan dengan PKL buah – buahan jalan A. Yani yang sudah menjadi pasar buah – buahan resmi sampai sekarang,” jelas Dahler.

Segala biaya yang ditimbulkan akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan kepada APBD perubahan kota Payakumbuh tahun 2015 dalam DPA Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan kota Payakumbuh, katanya.

Ditambahkan Dahler, ”melambatnya laju pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu dampak krisis yang dapat mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat, selanjutnya akan berdampak buruk terhadap pelaku ekonomi termasuk UMKM kota Payakumbuh dan terhadap isu-isu strategis ini perlu dilakukan agar dampaknya dapat dieliminir”, ujar Dahler.

Sementara itu Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan, sudah seharusnya pasar Payakumbuh ditata ulang ke tempat yang lebih refresentatif. Karena dilihat secara fisik, parkir yang semberawut , bangunan pasar banyak yang telah rusak dimakan usia, penataan tempat berjualan bagi PKL belum optimal, pengunjung pasar kurang nyaman dalam bertransaksi karena akses lalu lintas barang, rest area belum tertata baik, untuk itu perlu dilakukan perelokasian PKL ke lokasi yang lebih refresentatif melalui tim yang telah dibentuk.

“Kondisi yang diinginkan ke depan agar terwujudnya pasar sehat melalui penataan pasar khususnya penataan tempat berjualan bagi PKL, penataan drainase pasar, penataan lalu lintas barang ke lokasi tempat berdagang, kebersihan pasar, kelengkapan fasum, area parkir serta terwujudnya pengelolaan pasar secara profesional melalui SDM aparatur pasar yang berkualitas,” harap Riza.

Ditambahkan , Ketua DPRD kota Payakumbuh Yendri Bodra dt. Parmato Alam, “untuk penataan ini kami berharap seayun selangkah dengan pemko Payakumbuh, karena ini juga bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat Payakumbuh dan terwujudnya UMKM yang tangguh, mandiri dan taat hukum serta pasar sehat.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*