Rencana Implementasi 4G di Indonesia Hampir Mendekati Tahap Akhir

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Rencana implementasi 4G LTE di Indonesia hampir mendekati tahap akhir. Jadwal dan metode penataan ulang frekuensi telah ditetapkan. Peraturan yang menjadi dasar penataan pun akan segera keluar.

Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo, Budi Setiawan mengatakan, Peraturan Menteri terkait penataan ulang frekuensi 1800 MHz diharapkan bisa dikeluarkan pada April ini.

“Ya, dibuat Peraturan Menterinya semoga selesai akhir April ini,” demikian ujar Budi Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Dengan Peraturan Menteri tersebut, diharapkan proses penataan ulang frekuensi 1800 MHZ segera bisa dilakukan pada bulan Mei mendatang. “Tata ulangnya dilakukan menggunakan metode “Step-wise” dalam 42 cluster,” kata Budi.

Metode “Cluster” dan “Step-wise” memang telah disepakati oleh operator untuk memindahkan kanal mereka di frekuensi 1800 MHz. Cluster pertama yang akan dilakukan penataan ulang adalah di cluster Maluku.

“Dimulai dari Maluku yang trafik layanan 2G-nya tidak padat, sehingga meminimialkan risiko gangguan layanan 2G,” ujar Budi.

Metode “Step-wise” dipilih sebagai jalan tengah antara metode direct dan indirect yang sebelumnya diperdebatkan antar operator. Dijelaskan Budi, metode ini memungkinkan operator melakukan migrasi frekuensi secara bertahap.

“Di jam tertentu, operator A memindahkan frekuensinya ke operator B, kemudian di jam selanjutnya operator B memindahkan frekuensinya yang sebelumnya ditempati operator A, terus bertahap,” demikian jelas Budi.

Jabodetabek akan menjadi cluster terakhir yang akan dilakukan penataan ulang frekuensi. Diharapkan, prosesnya selesai pada November nanti.

Jika sebuah cluster sudah selesai dilakukan penataan ulang, operator seluler diharapkan bisa menggelar layanan 4G LTE di frekuensi tersebut secara bersama-sama.

Sebelumnya diberitakan, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchinson 3 sudah mencapai kata sepakat soal waktu penataan frekuensi 1.800 Mhz. Penataan tersebut akan dilakukan mulai Mei hingga November 2015 mendatang.

Penataan tersebut perlu dilakukan sebagai persiapan diterapkannya teknologi 4G di frekuensi 1.800 MHz.

(rw/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas