Revitalisasi Pasar Jangan Kedepankan Modernisasi Penempatan Pedagang harus Sesuai Kebutuhan

Hukemri.

Hukemri.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Meski secara umum banyak pihak sangat mendukung dan menantikan realisasi pembangunan Pasar Padangpanjang, namun Pemerintah Kota (Pemko) diharapkan untuk lebih mengedepankan aspirasi pedagang. Terutama terkait penempatan kelompok pedagang sesuai dengan jenis dagangan jika pasar dibangun bertingkat.

Anggota DPRD Kota Padangpanjang dari Partai PAN, Hukemri menyampaikan pembangunan pasar hendaknya tidak mengedepankan kemegahan atau modern. Namun yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan terpenting bagi pedagang serta pengunjung atau pembeli, adalah efektivitas penempatan kelompok perdagangan.

Revitalisasi ini tidak bisa dilakukan hanya pada bangunan atau fisik saja. Akan tetapi harus dilakukan penataan secara menyeluruh baik itu yang menyangkut kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan tata kelola pasar itu sendiri. Dilakukannya penataan secara proporsional, pasar tradisional menjadi sangat representatif sehingga terjalin sinergi yang baik dan berkesinambungan antara pengelola pasar dan pedagang, serta mampu memberi arah dalam pengelolaan dan penataan pasar tradisional.

Berdasarkan resapan aspirasi yang dilakukan beberapa kali terhadap pedagang oleh politisi muda tersebut, diketahui adanya ketidakpahaman Pemko dalam pengaturan efisiensi alur. Salah satunya seperti diungkapkan kelompok pedagang daging, di mana mereka sangat tidak setuju jika ditempatkan di lantai atas.

“Sesuai dengan apa yang diungkapkan para pedagang, di pasar mana pun tidak ada Los kebutuhan pokok yang ditempat di lantai atas. Apa lagi konsep revitalisasi mengarah pada pasar modern. Khususnya kelompok pedagang daging, sangat aneh dan tidak ditemukan di pasar daerah lain yang berada di lantai atas. Ini tentunya akan berpengaruh pada minat beli masyarakat jika harus menaiki tangga yang tinggi,” ungkap Hukemri .

Sebagai salah seorang wakil rakyat yang juga pelaku pasar, Hukemri mengaku sangat merasakan kepedihan yang dirasakan pedagan saat ini. Pedagang sangat berharap pembangunan bisa terealisasi, namun yang paling diimpikan bagai mana pemerintah dapat membuat langkah antisipasi kondisi pasar guna pemulihan kembali itensitas jual beli.

Bicara Padangpanjang yang terletak di persimpangan, sejak dulunya kerap menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah sekadar untuk berbelanja. Namun dengan kondisi kesemrawutan pasar pasca beberapa kali dilanda kebakaran, tidak hanya enggan dikunjungi masyarakat luar, juga warga Padangpanjang sendiri.

Jika melihat tempo dulu, Padangpanjang dikenal dengan produksi sayur dan daging. Saat ini pusat perdagangan sayur telah beralih ke Pasar Koto Baru dan Padang Luar. Dikhawatirkan dengan kondisi pasar seperti sekarang, perdagangan daging juga berpindah ke interline, sehingga berakibat pasar semakin yang sepi. “Kita tentu tidak ingin Padangpanjang akan makin ditinggalkan. Maka jika pasar di bangun, meksi pun modern, namun konsep tradisionalnya tetap di jaga. Tempatkanlah pedagang sebagai mana lumrahnya,” pungkas Hukemri. (dil/wrd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*